KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap kondisi perekonomian Indonesia masih kuat di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut S&P Global Ratings mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB dengan prospek stabil, sementara lembaga pemeringkat asal China, Lianhe Ratings, memberikan peringkat AAA dengan prospek stabil. “Pada tanggal 13 Juli 2026 salah satu
rating agency internasional S&P Global mempertahankan tingkat rating Indonesia dengan BBB stabil,” ujar Prabowo dalam penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Pemerintah Perkirakan Suku Bungan SBN 10 Tahun di 6,9% dalam RAPBN 2027 Menurut Prabowo, keputusan S&P tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap ketahanan perekonomian Indonesia. Ia mengatakan Indonesia tetap berada dalam kategori
investment grade. S&P, kata Prabowo, juga menilai Indonesia memiliki prospek ekonomi yang kokoh. Selain itu, kebijakan makroekonomi Indonesia dinilai berhati-hati, dengan beban utang yang relatif
prudent dan berkelanjutan dibandingkan sejumlah negara lain. “Mereka bahkan menilai Indonesia memiliki prospek ekonomi yang kokoh, kebijakan makro ekonomi yang berhati-hati dan beban utang yang relatif
prudent dan
sustainable dibandingkan negara lain,” katanya. Prabowo mengatakan S&P juga memberikan penilaian terhadap langkah pemerintah dalam memperbaiki pengelolaan sumber daya alam. Upaya menutup kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus devisa ekspor Indonesia. Menurut Prabowo, S&P secara khusus melihat positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas ekspor.
Baca Juga: Pemerintah Patok Asumsi Rupiah Rp 17.500 per Dolar AS di RAPBN 2027 Prabowo menyebut lembaga tersebut menilai DSI berpotensi memberantas praktik
under invoicing dan transfer
invoicing dalam kegiatan ekspor Indonesia. Ia menyebut kedua praktik tersebut sebagai bentuk penipuan yang perlu diberantas. Tak hanya dari lembaga pemeringkat Barat, Prabowo juga menyoroti penilaian dari lembaga pemeringkat asal China. Menurutnya, Lianhe Ratings memberikan peringkat AAA dengan prospek stabil kepada Indonesia, yang disebut sebagai peringkat tertinggi. “Dari timur lembaga rating rakyat China Lianhe Rating justru beri rating AAA stabil yang merupakan rating tertinggi,” katanya. Prabowo mengatakan Lianhe menilai fundamental ekonomi Indonesia solid dan kebijakan pemerintah berjalan efektif. Perekonomian Indonesia juga dinilai memiliki ketahanan terhadap guncangan eksternal, sementara inflasi tetap terkendali. Ia menilai berbagai penilaian dari lembaga pemeringkat internasional tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai penghargaan. Menurut Prabowo, penilaian tersebut juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus menjaga kredibilitas perekonomian Indonesia.
Baca Juga: RAPBN 2027: Pendapatan Negara Ditargetkan Rp 3.426 Triliun “Kita terima penilaian ini sebagai pengingat bahwa kredibilitas dibangun oleh kerja keras dan kesungguhan,” tegasnya. Prabowo menambahkan dunia internasional tidak hanya melihat kebijakan yang diumumkan pemerintah, tetapi juga menilai pelaksanaan kebijakan tersebut di lapangan. “Dunia tidak hanya menilai apa yang kita umumkan, dunia menilai apa yang benar kita laksanakan,” pungkas Prabowo. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News