KONTAN.CO.ID - Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto sudah beberapa kali memberikan sinyal peringatan untuk “bersih-bersih” Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada pertengahan Januari 2026, Prabowo secara langsung meminta Kepala Badan Danantara memperbaiki tata kelola BUMN, terutama menghapus pemberian tantiem saat perusahaan merugi. Selanjutnya, dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) pemerintah pusat dan daerah pada Senin (3/2), Prabowo juga melemparkan peringatan kepada para eks bos BUMN. Ia meminta mereka bersiap menghadapi meja hijau. Peringatan ini harus diseriusi oleh aparat penegak hukum sebagai wujud komitmen penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi. Selama puluhan tahun, jabatan di BUMN kerap dipandang sebagai "posisi empuk" yang jauh dari jangkauan hukum yang tajam. Sementara jika kita melihat ke belakang, beban sejarah korupsi di tubuh BUMN telah memberikan luka yang sangat dalam bagi kas negara.
Prabowo Peringatkan Eks Petinggi BUMN, Langkah Penting Menuju Negara Sehat
KONTAN.CO.ID - Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto sudah beberapa kali memberikan sinyal peringatan untuk “bersih-bersih” Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada pertengahan Januari 2026, Prabowo secara langsung meminta Kepala Badan Danantara memperbaiki tata kelola BUMN, terutama menghapus pemberian tantiem saat perusahaan merugi. Selanjutnya, dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) pemerintah pusat dan daerah pada Senin (3/2), Prabowo juga melemparkan peringatan kepada para eks bos BUMN. Ia meminta mereka bersiap menghadapi meja hijau. Peringatan ini harus diseriusi oleh aparat penegak hukum sebagai wujud komitmen penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi. Selama puluhan tahun, jabatan di BUMN kerap dipandang sebagai "posisi empuk" yang jauh dari jangkauan hukum yang tajam. Sementara jika kita melihat ke belakang, beban sejarah korupsi di tubuh BUMN telah memberikan luka yang sangat dalam bagi kas negara.