KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, petani kelapa sawit harus menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kebijakan hilirisasi sawit melalui program mandatori Biodiesel B50. Menurut Prabowo, implementasi program B50 merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit.
Baca Juga: Kemenkes Targetkan Aturan Baru Kemasan Rokok Terbit pada 26 Juli 2026 Namun, ia menekankan manfaat ekonomi dari kebijakan tersebut harus kembali kepada petani sebagai pelaku utama di sektor sawit. "Inilah upaya kita semuanya. Jadi hari ini tonggak bersejarah. Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik," ujar Prabowo saat peluncuran program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Prabowo mengatakan berbagai kebijakan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang positif di daerah. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah provinsi, tingkat kesejahteraan petani mengalami peningkatan yang tercermin dari naiknya daya beli masyarakat. "Saya juga dapat laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat pembelian motor, pembelian mobil meningkat puluhan persen," katanya.
Baca Juga: Tak Penuhi Standar Layanan, Operator Jalan Tol Terancam Sanksi Berat Selain itu, menurut Prabowo, semakin banyak petani yang mampu menunaikan ibadah umrah dan berkurban. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi petani mulai membaik. "Artinya mereka sekarang memiliki uang. Ini tujuan pembangunan kita, rakyat kita harus makmur," tegasnya. Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin melihat masyarakat tetap hidup dalam kemiskinan di tengah melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Karena itu, seluruh kebijakan hilirisasi, termasuk pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit, diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. "Kita tidak boleh rendah diri. Kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus menikmati kekayaan itu," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para peneliti, akademisi, Pertamina, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan biodiesel nasional.
Baca Juga: Anggaran Terbatas, Target Jalan Tol Baru 2027 Dipangkas Jadi 12,27 Km Ia berharap inovasi di sektor energi terbarukan terus berlanjut sehingga Indonesia dapat meningkatkan pemanfaatan biodiesel di masa mendatang. "Saya sampaikan terima kasih kepada para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajarannya. Teruskan, jangan berhenti di B50, kalau bisa B60," kata Prabowo. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News