Prabowo Puji Bos Danantara, Sebut Layak Dapat Bintang Tanda Kehormatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam memperbaiki kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut Prabowo, sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian selama belasan hingga puluhan tahun kini mulai mampu mencatatkan keuntungan.

Prabowo menilai capaian tersebut merupakan prestasi yang membanggakan. Bahkan, ia menyebut pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan dari negara.


Baca Juga: Prabowo Kerahkan Kekuatan Besar, Karhutla Ditargetkan Tuntas 2 Pekan

"Sebagai contoh prestasi Danantara, menurut saya membanggakan. Saya kira pimpinan Danantara pantas mendapat bintang tanda kehormatan dari negara," ujar Prabowo dalam peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Prabowo mengatakan, dalam waktu kurang dari dua tahun, pendapatan Danantara bersama BUMN yang dikelolanya mengalami peningkatan hingga ratusan persen.

"Dalam kurang dua tahun penghasilan Danantara, penghasilan BUMN-BUMN ini, naik ratusan persen," katanya.

Ia juga menyoroti perubahan kinerja sejumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya berada dalam kondisi sulit.

Menurut Prabowo, perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian selama belasan bahkan puluhan tahun kini mulai mampu membukukan keuntungan.

Baca Juga: Beban Bunga Utang Melonjak di 2027, Pemerintah Dinilai Lalai Efisiensi Anggaran

Prabowo Soroti Kepemimpinan Danantara

Prabowo menilai perbaikan kinerja tersebut tidak terlepas dari faktor kepemimpinan dan tata kelola perusahaan.

Ia mengatakan jajaran pimpinan Danantara memiliki komitmen untuk mengelola aset negara secara optimal dengan mengedepankan kepentingan nasional.

"Ini karena kepemimpinan, ini karena leadership, karena pimpinan Danantara jujur punya rasa cinta tanah air yang besar," tegas Prabowo.

Menurutnya, pengelolaan aset negara harus dilakukan dengan mengedepankan kejujuran, patriotisme, serta rasa tanggung jawab terhadap kepentingan rakyat.

Prabowo juga mengaitkan perbaikan pengelolaan keuangan dan aset negara dengan kemampuan pemerintah membiayai berbagai program. Salah satunya penanganan bencana yang membutuhkan sumber daya besar.

Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya menutup kebocoran anggaran dan memberantas korupsi agar semakin banyak sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

"Selama ini kita hentikan kebocoran-kebocoran itu, kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," tandasnya.

Baca Juga: Purbaya Tinjau Pengawasan MBG hingga KDMP di Jawa Barat, Minta Kinerja Diukur

Laba BUMN 2025 Capai Rp 326 Triliun

Sebelumnya, Prabowo juga memamerkan perbaikan kinerja perusahaan pelat merah. Ia menyebut laba bersih BUMN mencapai Rp 326 triliun pada 2025, melonjak 75,3% dibandingkan 2024.

"Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025 keuntungan BUMN mencapai Rp 326 triliun. Naik 75,3% dari 2024," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah sebelumnya melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah koreksi tersebut, laba BUMN pada 2024 tercatat Rp 186 triliun. Sementara itu, dividen BUMN yang disetorkan pada 2024 mencapai Rp 85,5 triliun.

Menurut Prabowo, pembenahan BUMN juga tercermin dari kinerja sejumlah perusahaan negara sepanjang semester I-2026.

Ia mencontohkan, laba bersih PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang meningkat 408,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%!" tegas Prabowo.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: APBN Dorong Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,73% pada Kuartal II 2026

Selain Semen Indonesia, Prabowo mencatat laba bersih PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8%. Kemudian, laba bersih PT Pertamina naik 86%, Pegadaian naik 84,4%, Pelindo naik 60,4%, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) naik 54,4%.

"Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Untung bersih PT Pertamina naik 86%. Untung bersih Pegadaian naik 84,4%," ujar Prabowo.

"Saudara-saudara, untung bersih Pelindo naik 60,4%. Dan untung bersih PTPN naik 54,4%," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News