KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, pemerintah Indonesia memutuskan ikut berpartisipasi membayar iuran sukarela bagi para anggota Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal itu disampaikan Sugiono menjawab pertanyaan soal sikap Indonesia mengenai adanya iuran bagi setiap anggota Dewan Perdamaian sebesar 1 miliar dollar AmerikA Serikat. “Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” ujar Sugiono dalam konferensi pers usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI, Selasa (27/1/2026) di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Sugiono menegaskan, pembayaran iuran yang diikuti oleh Indonesia bukanlah syarat untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian.
Baca Juga: Izin 28 Perusahaan Dicabut, Mensesneg Tegaskan Pemberhentian Operasi Bertahap Menurut dia, iuran yang dimintakan kepada Indonesia dan negara lain di Dewan Perdamaian bertujuan untuk menyelesaikan persoalan di Gaza, Palestina, termasuk rekonstruksi di wilayah itu. “Ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya bahwa pembentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya dan Palestina termasuk upaya rekonstruksi. Terus rekonstruksi siapa yang bayar? Kan seperti itu. Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Kan seperti itu,” ungkap Sugiono. “Oleh karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain yaitu merupakan anggota tetap,” ujar dia. Sugiono juga menekankan, iuran tersebut bukan kewajiban yang dibebankan kepada setiap anggota, melainkan bersifat sukarela. “Enggak, enggak (Wajib). Itu semua negara yang diundang itu entitled untuk menjadi member selama tiga tahun. Itu bunyi charter-nya. Tapi kalau misalnya ikut berpartisipasi satu miliar dollar itu artinya dia permanen,” kata Sugiono menjelaskan.
Indonesia gabung Dewan Perdamaian
Diberitakan sebelumnya, Indonesia resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden RI Prabowo Subianto ikut menandatangani piagam pembentukan organisasi tersebut pada sela acara World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pekan lalu. Sugiono menjelaskan, tujuan utama Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian adalah agar bisa ikut mengawal arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara. Kehadiran Indonesia juga dinilai penting untuk memberi masukan, saran, serta pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil bersifat nyata dan berkelanjutan. “Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono, Sabtu (24/1/2026). Organisasi ini disebut dibentuk untuk menyelesaikan berbagai konflik global. Meski awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza, peran Dewan Perdamaian tidak terbatas pada wilayah Palestina, tetapi juga mencakup kawasan konflik lainnya. Dewan eksekutif organisasi ini akan dipimpin langsung oleh Trump dan beranggotakan sejumlah tokoh penting dunia. Anggota tetap Dewan Perdamaian disebut-sebut diwajibkan membayar iuran sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun untuk menjadi anggota tetap. Jika tidak, negara yang bergabung tetap bisa menjadi anggota selama tiga tahun.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Penyaluran Kredit Program Rp 332 Triliun pada 2026 Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/27/16282821/prabowo-putuskan-ikut-iuran-anggota-dewan-perdamaian-bentukan-trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News