Prabowo Resmi Lantik Qodari sebagai Kepala Balai Komunikasi RI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Balai Komunikasi RI Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode 2024-2029. Acara pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).

Qodari dilantik berdasarkan Keputusan Presiden yang dibacakan sesaat sebelum prosesi pengambilan sumpah dimulai

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengambil sumpah jabatan Qodari sebagai Kepala Balai Komunikasi RI.


Baca Juga: Wamenkeu Bantah Angka Pengamat Terkait SAL Tinggal Rp 120 Triliun

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Acara pelantikan pun diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk selanjutnya diikuti para tamu undangan lainnya.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Balai Komunikasi RI, Qodari terlebih dahulu menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), posisi strategis yang berperan dalam mengawal program prioritas pemerintah serta memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan efektif.

Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Qodari dikenal luas sebagai peneliti dan analis politik. Ia merupakan pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer, lembaga survei yang kerap merilis hasil riset opini publik terkait politik, ekonomi, dan sosial.

Baca Juga: Hasan Nasbi Resmi Dilantik Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi

Kariernya di bidang riset dan komunikasi publik membuat Qodari aktif sebagai pengamat politik di berbagai forum nasional, termasuk media massa dan diskusi kebijakan publik. Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga praktisi politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News