Prabowo: Saya Kalah Pilpers Berkali-Kali, Tapi Gerakan Koperasi Selalu Bersama Saya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gerakan koperasi selalu menyertainya meskipun baru memenangkan kontestasi pemilihan Presiden pada tahun 2024. 

Prabowo mengaku memiliki kedekatan emosional dalam perjalanan politik panjangnya bersama para pelaku koperasi. Menurutnya, para anggota koperasi yang terus mengiringi langkahnya, bahkan di masa-masa sulit kompetisi politik.

"Walaupun saya kalah presiden berapa kali, saya merasa gerakan koperasi selalu berada bersama saya. Kita belum berhasil tapi kita terus berjuang," ujar Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang berlangsung di Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026). 


Baca Juga: Ada Kopdes, Prabowo Klaim Perputaran Ekonomi Desa Bakal Mencapai Rp 233 Triliun

Prabowo mengakui bahwa dirinya merasa berada di tengah keluarga sendiri setiap kali berhadapan dengan komunitas koperasi di Indonesia. 

Menurutnya, kedekatan tersebut bukan terjalin dalam waktu singkat, melainkan lewat keterlibatan aktif di berbagai induk koperasi unit desa selama tiga dekade terakhir. 

Untuk itu, Prabowo bertekat merealisasikan program koperasi menjadi bagian dari kebijakan prioritasnya saat dipilih langsung menjadi Kepala Negara. 

Prabowo juga menilai nilai perkoperasian memiliki sistem ekonomi yang sesuai dengan Indonesia yakni ekonomi kekeluargaan. 

Koperasi dinilai sebagai instrumen ekonomi yang kokoh karena mengonsolidasikan kekuatan masyarakat ekonomi lemah agar mampu bersaing.

Baca Juga: Menkop Targetkan RUU Perkoperasian Bisa Rampung pada Tahun Ini

Presiden mengibaratkan gabungan para pelaku usaha mikro ini seperti filosofi sapu lidi yang sulit dipatahkan jika bersatu.

"Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi seperti sapu lidi, lemah tapi bergabung itu kekuatan hebat kalian," imbuh Prabowo. 

Lebih lanjut, Prabowo memastikan akan mempercepat reformasi di sektor koperasi secara makro. Salah satunya dengan menurunan suku bunga mikro koperasi dari semula 22% menjadi 8%, serta pemutihan utang jutaan petani.

Prabowo menegaskan, penguatan regulasi di sektor ini diperlukan karena ekosistem koperasi terbukti menjaga perputaran modal tetap berada di dalam negeri.

"Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia," pungkas Prabowo.

Baca Juga: Menkop: 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Rampung Dibangun, Siap Operasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News