KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim industri pertahanan nasional mulai bangkit setelah pemerintah menghentikan rencana penjualan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) strategis di sektor tersebut. Sebagaimana diketahui, Pemerintah menargetkan menutup 800 BUMN yang tidak efisien hingga akhir 2026. Saat ini, pemerintah telah menutup 240 BUMN dan jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 250 pada akhir Juli. Menurutnya, penataan tersebut telah menghasilkan penghematan hampir Rp70 triliun dari biaya direksi dan overhead. Prabowo mengatakan sebelumnya terdapat sejumlah perusahaan strategis yang direncanakan untuk dijual kepada pihak asing. Namun, pemerintah memutuskan mempertahankan perusahaan-perusahaan tersebut dan berupaya mengembangkannya.
Prabowo Sebut Industri Pertahanan Nasional Mulai Bangkit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim industri pertahanan nasional mulai bangkit setelah pemerintah menghentikan rencana penjualan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) strategis di sektor tersebut. Sebagaimana diketahui, Pemerintah menargetkan menutup 800 BUMN yang tidak efisien hingga akhir 2026. Saat ini, pemerintah telah menutup 240 BUMN dan jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 250 pada akhir Juli. Menurutnya, penataan tersebut telah menghasilkan penghematan hampir Rp70 triliun dari biaya direksi dan overhead. Prabowo mengatakan sebelumnya terdapat sejumlah perusahaan strategis yang direncanakan untuk dijual kepada pihak asing. Namun, pemerintah memutuskan mempertahankan perusahaan-perusahaan tersebut dan berupaya mengembangkannya.