Prabowo Tantang Industri Bisa Produksi Motor Listrik Tembus 2 Juta Unit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menantang industri motor listrik nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 2 juta unit. Tantangan tersebut disampaikan setelah kelompok usaha yang terlibat dalam pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) berhasil memproduksi 20.000 unit.

Prabowo mengatakan, pencapaian produksi 20.000 unit menjadi langkah awal bagi pengembangan industri motor listrik nasional. Ia pun memberikan target bertahap kepada pelaku industri untuk meningkatkan produksinya.

“Hari ini launching, hari ini saya telah tanda tangani karena hari ini Kelompok Indika telah berhasil produksi 20.000 motor,” kata Prabowo saat meluncurkan Molinas dan ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kamis (13/8/2026).


Baca Juga: Progres MRT Jakarta Fase 2A Capai 62,68%, Segmen Bundaran HI-Monas Dikebut

Prabowo bahkan menyatakan siap kembali hadir apabila produksi motor listrik nasional berhasil mencapai 200.000 unit. Tidak berhenti di sana, ia juga menantang industri untuk membawa produksi hingga 2 juta unit.

“Saya bilang ke Kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200.000, saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” ujarnya.

Menurut Prabowo, peningkatan produksi tersebut penting untuk memperkuat industri nasional sekaligus membangun kemandirian Indonesia dalam pengembangan kendaraan listrik.

Ia menilai pengembangan Molinas merupakan salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dan dunia akademik. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun kemampuan riset, teknologi, hingga produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated,” kata Prabowo.

Prabowo mengakui industri motor listrik nasional masih menghadapi risiko dan persaingan dari produsen negara lain. Menurutnya, pelaku industri nasional harus berani mengambil risiko untuk dapat berkembang.

“Saudara masih risiko. Saudara menghadapi saingan luar biasa dari negara-negara hebat: Jepang, Korea, Tiongkok. And yet kalian masih berani,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Kadin: Tarif Resiprokal AS 10% Masih Kompetitif, Tapi Menekan Margin Eksportir

Karena itu, Prabowo meminta pelaku usaha terus berinisiatif dan meningkatkan kemampuan industri dalam negeri. Ia menilai keberanian mengambil risiko menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan industri kendaraan listrik. “Tidak ada kemenangan tanpa inisiatif. Tidak ada keberhasilan tanpa keberanian,” tegasnya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, pemerintah juga mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional. Prabowo mengatakan pengembangan kendaraan listrik tidak hanya mencakup motor, tetapi juga mobil, bus, hingga traktor listrik.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri. Prabowo menilai Indonesia terlalu besar untuk terus menggantungkan kebutuhan energinya kepada negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News