Prabowo Targetkan Busa Mineral dan Komoditas Strategi Komiditas Beroperasi Awal 2027



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai bagian dari kebijakan ekspor satu pintu. 

Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dengan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 Prabowo mengatakan Indonesia selama puluhan tahun menjadi salah satu produsen besar berbagai komoditas strategis dunia, mulai dari kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, emas hingga karet. Namun, menurut Prabowo, harga sejumlah komoditas tersebut masih banyak ditentukan melalui bursa komoditas di luar negeri.


Baca Juga: Prabowo Bidik Kemiskinan Turun ke 6%-6,5% pada 2027

"Kita yang punya barang, orang lain yang menentukan harganya. Saya tidak mengerti di mana diajarkan ilmu ekonomi seperti ini," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Penyampaian RUU APBN 2027, Jumat (14/8).

Prabowo menilai kondisi tersebut perlu diubah agar Indonesia memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan harga komoditas yang berasal dari sumber daya alam dan produksi masyarakat Indonesia.

Ia pun meminta dukungan DPR RI untuk merealisasikan kebijakan tersebut. Prabowo menegaskan pemerintah tidak perlu menjual komoditas apabila pembeli tidak bersedia membayar sesuai harga yang ditetapkan Indonesia.

"Kalau mereka tidak mau membayar sesuai harga yang kita pasang, enggak usah beli. Lebih baik komoditas itu di tanah untuk anak cucu kita," katanya.

Meski demikian, Prabowo mengatakan pemerintah tetap harus memperhatikan mekanisme pasar. Ia mengakui penetapan harga yang terlalu tinggi juga tidak masuk akal secara ekonomi.

"Yang paling penting bursanya di bumi Republik Indonesia," tegasnya.

Prabowo mengatakan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis akan segera dioperasionalkan di bawah pengawasan OJK. 

Pemerintah juga menargetkan aturan mengenai penyelenggaraan bursa tersebut segera dibahas bersama DPR RI dan diterbitkan dalam waktu paling lambat 17 September 2026. 

Baca Juga: Simak Asumsi Makro dalam RAPBN 2027, Ini Rinciannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News