Prabowo Targetkan Garuda Indonesia Mulai Untung pada Awal 2027



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai mencatatkan keuntungan pada awal 2027. 

Target tersebut disampaikan setelah pemerintah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan kondisi maskapai pelat merah tersebut.

Prabowo mengatakan Garuda Indonesia sebelumnya berada dalam kondisi sulit hingga hampir dipailitkan. Selain itu, puluhan pesawat Garuda sempat di-grounded karena tidak dapat diperbaiki.


Namun, pemerintah kini berhasil melakukan reaktivasi terhadap pesawat-pesawat yang sebelumnya tidak beroperasi. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat tambahan berhasil direaktivasi sehingga total pesawat yang kembali aktif mencapai 140 unit.

"Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan, yang pesawatnya adalah puluhan pesawat di-grounded, tidak bisa mereka perbaiki, kini kita berhasil reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Baca Juga: Prabowo Sebut Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8% Meski Harga Pupuk Subsidi Diturunkan

Menurut Prabowo, kondisi Garuda Indonesia saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Bahkan, maskapai tersebut dinilai memiliki peluang untuk kembali mencetak keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," katanya.

Prabowo menyebut kondisi geopolitik global turut memengaruhi kinerja Garuda Indonesia. Ia mengatakan perang di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menghambat maskapai tersebut untuk segera mencatatkan keuntungan.

"Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung," kata Prabowo.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek pemulihan Garuda Indonesia. Prabowo berharap maskapai nasional tersebut sudah mulai mencatatkan keuntungan pada awal 2027.

"Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," imbuhnya. 

Baca Juga: Tak Ada Tambahan RKAB Nikel 2026, Pasokan Bijih ke Smelter Berpotensi Terganggu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News