Prabowo Targetkan Karhutla Rampung Dua Pekan, Purbaya Pastikan Anggaran Siap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia dapat rampung dalam waktu satu hingga dua pekan.

Menanggapi arahan Presiden tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dukungan anggaran untuk penanganan bencana tersebut siap disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Purbaya mengatakan, dari sisi pendanaan, pemerintah tidak memiliki persoalan untuk mendukung percepatan penanganan karhutla. Pemerintah akan menyalurkan anggaran melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan kebutuhan yang diajukan dan hasil asesmen di lapangan.


Baca Juga: Destry Andalkan Sinergi Merah Putih untuk Perkuat Kebijakan BI, Ini Penjelasannya

“Kita sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa,” ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (26/8/2026).

Saat ini, BNPB belum mengajukan total kebutuhan anggaran untuk penanganan karhutla. Menurut Purbaya, BNPB masih melakukan asesmen karena kondisi karhutla masih berlangsung.

Purbaya menyebut BNPB memiliki anggaran sekitar Rp5 triliun untuk penanganan bencana. Apabila kebutuhan penanganan karhutla nantinya melebihi anggaran yang tersedia, pemerintah akan menambah dukungan anggaran.

“BNPB belum minta. Tapi kita sediakan. Mereka punya Rp 5 triliun. Kalau kurang ya kita tambah nanti,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan juga telah mencairkan sebagian anggaran yang diajukan Kementerian Kehutanan untuk mendukung penanganan karhutla.

Purbaya memperkirakan kebutuhan penanganan karhutla kali ini tidak akan sebesar penanganan bencana di Aceh. Namun, pemerintah tetap akan menyesuaikan dukungan anggaran dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Menurut Purbaya, penanganan bencana memiliki mekanisme pendanaan yang berbeda dengan belanja pemerintah pada umumnya. Pemerintah akan memberikan fleksibilitas dalam penyediaan anggaran karena bencana berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Rekening Botok Jadi Sorotan, Bank Mandiri Diminta Perkuat Komunikasi Krisis

“Kalau untuk bencana approach-nya beda dengan belanja biasa. Bencana kan menyangkut hayat hidup orang banyak, mengancam kehidupan mereka. Jadi kita akan beda approach-nya dengan program-program yang lain,” jelasnya.

Meski demikian, fleksibilitas tersebut tetap harus diikuti dengan tata kelola anggaran yang baik. Purbaya mengingatkan agar penggunaan anggaran penanganan bencana tidak mengalami penggelembungan.

Dengan dukungan pendanaan tersebut, pemerintah berharap operasi penanganan dan pengendalian karhutla dapat berjalan cepat sehingga target penyelesaian dalam satu hingga dua pekan dapat tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News