KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mempercepat ambisi pengembangan energi surya nasional. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) bisa rampung lebih cepat dari target awal tiga tahun. Prabowo bahkan menantang jajaran tim energi untuk merealisasikan target tersebut hanya dalam waktu dua tahun. Target percepatan itu disampaikan saat peluncuran Program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8). “Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia,” ujar Prabowo dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menjelaskan, kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini berada di kisaran 88 GW yang berasal dari berbagai sumber energi, termasuk batubara, minyak, gas, dan panas bumi. Dengan demikian, pemerintah menargetkan kapasitas PLTS yang dibangun nantinya melampaui kapasitas listrik nasional saat ini.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Mulai Program PLTS 100 GWp, 14 Proyek Pertama Bidik 5,3 GWp “Kita akan membangun 100 GW,” katanya.
14 Proyek PLTS Mulai Dibangun
Sebagai tahap awal, Program PLTS 100 GWp dimulai dengan peluncuran 14 proyek yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Total kapasitas dari 14 proyek PLTS tahap awal tersebut mencapai 5,3 GWp. Pemerintah selanjutnya akan melanjutkan pembangunan proyek-proyek energi surya untuk mengejar target kapasitas 100 GWp. Sebelumnya, Prabowo menetapkan target pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun. Ia pun meminta jajaran kementerian dan tim terkait memastikan target tersebut dapat tercapai. “Target kita adalah 100 GW dalam tiga tahun. Menteri ESDM, bisa dalam tiga tahun?” ujar Prabowo. Namun, dalam kesempatan tersebut Prabowo justru mendorong agar target pembangunan PLTS 100 GWp dapat dipangkas menjadi dua tahun. Ia membandingkannya dengan capaian pemerintah dalam mengejar target swasembada pangan yang menurutnya berhasil direalisasikan lebih cepat.
Baca Juga: Lotte Chemical Klarifikasi Kabar Divestasi Aset di Indonesia dan Malaysia “Dulu swasembada pangan, saya beri target empat tahun, tim ekonomi, pertanian, tim pangan berhasil satu tahun,” kata Prabowo. “Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya… enggak lah, dua tahun lah. Kalau berhasil dua tahun, tim energi dapat bintang lagi,” lanjutnya.
PLTS untuk Perkuat Kemandirian Energi
Menurut Prabowo, pembangunan PLTS 100 GWp menjadi salah satu bagian penting dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional. Pengembangan energi surya akan berjalan beriringan dengan optimalisasi sumber energi lainnya, seperti panas bumi dan gas, serta peningkatan produksi minyak nasional. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor. “Intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian manapun dunia,” tegasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News