Prabowo Tegaskan Tak Anti Kritik, Ingatkan Demokrasi Jangan Dirusak Kepentingan Asing



KONTAN.CO.ID – BOGOR. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menghormati kritik sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Namun, ia mengingatkan agar demokrasi Indonesia tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, termasuk kepentingan asing maupun kelompok bermodal besar.

Baca Juga: Empat Marketplace Ditunjuk Jadi Pemungut PPh 22, Ini Pertimbangan DJP


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara di Cikeas, Kabupaten Bogor, Selasa (1/7/2026).

Menurut Prabowo, kritik merupakan elemen yang dibutuhkan dalam sistem demokrasi untuk mengoreksi sekaligus memperbaiki jalannya pemerintahan.

"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan kebebasan dalam berdemokrasi harus tetap diiringi dengan upaya menjaga kedaulatan dan kualitas demokrasi.

Baca Juga: Inflasi Juni 2026 Capai 0,44%, Dipicu Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi & Tarif Angkutan

Ia mengingatkan agar demokrasi tidak dikuasai oleh kelompok yang memiliki kekuatan modal maupun dipengaruhi oleh kepentingan asing.

"Tapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," katanya.

Prabowo juga mengingatkan agar perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi permusuhan yang dapat memecah persatuan bangsa.

Menurutnya, demokrasi Indonesia harus tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan.

"Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berisi nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita," ujarnya.

Baca Juga: Tokopedia Hingga Shoppe Resmi Pungut PPh 0,5% Pedagang Online, Berlaku 1 Agustus

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan pesan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar menjadi penjaga demokrasi yang dewasa.

Menurutnya, Polri harus mampu menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapat secara damai, sekaligus memastikan penegakan hukum dan ketertiban tetap berjalan.

Ia menilai keseimbangan antara perlindungan kebebasan berpendapat, penegakan hukum, dan pemeliharaan keamanan menjadi fondasi penting bagi demokrasi yang sehat.

"Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," tegas Prabowo.

Baca Juga: Hari Bhayangkara, Presiden Prabowo Tekankan Peran Polri Jaga Iklim Investasi

Pidato tersebut menjadi bagian dari rangkaian arahan Presiden pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Selain menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi, Prabowo juga sebelumnya meminta Polri terus meningkatkan profesionalisme, menguasai teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News