KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan Indonesia dan Belarus akan memperkuat kerja sama di bidang pertanian, khususnya penyediaan bahan baku pupuk, sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kerja sama tersebut akan menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia yang akan diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Sugiono mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo melakukan lawatan ke Belarus pada 15 Juli lalu. Dari pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk memperluas berbagai peluang kerja sama bilateral.
“Kepentingan kita yang utama karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden, terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan,” ujar Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Diproyeksi Berdampak Negatif pada Pertumbuhan Ekonomi Ia mengatakan salah satu bentuk kerja sama yang akan diperkuat adalah di sektor pertanian, terutama penyediaan bahan baku pupuk yang dinilai penting untuk mendukung produktivitas sektor pertanian Indonesia. “Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia,” katanya. Selain sektor pertanian, Sugiono menyebut kedua negara juga akan meluncurkan
roadmap hubungan bilateral yang mencakup berbagai bidang kerja sama. Menurutnya, langkah tersebut menandai hubungan Indonesia dan Belarus yang memasuki fase baru dengan kerja sama yang lebih intensif. “Pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus,” ujarnya. Sugiono menjelaskan, penguatan hubungan kedua negara juga didukung dengan telah ditandatanganinya perjanjian
Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EAEU-CEPA). Belarus, kata dia, menjadi salah satu negara yang telah meratifikasi kesepakatan tersebut. Ia berharap momentum kunjungan Presiden Lukashenko dapat semakin mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas di masa mendatang. “Kita berharap kunjungan balasan ini juga akan makin mempererat hubungan kedua negara dan juga mempererat kerja sama kita dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber daya yang kita butuhkan,” tutur Sugiono.
Baca Juga: Kenaikan Inflasi Diproyeksi Batasi Penurunan Suku Bunga Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga mengungkapkan forum bisnis Indonesia-Belarus yang digelar sebelumnya menghasilkan potensi kerja sama senilai sekitar US$ 500 juta. Menurutnya, kedua kepala negara sepakat nilai perdagangan maupun investasi antara Indonesia dan Belarus masih memiliki ruang yang besar untuk terus ditingkatkan. “Kalau saya tidak salah laporannya itu 500 juta dolar. Kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada baik di bidang perdagangan maupun investasi merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara,” katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News