KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Indonesia dan delegasi Timor-Leste yang membawa sekitar 20 penerima Nobel Laureate dari berbagai bidang. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.20 WIB untuk mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan Ramos-Horta.
Kepala BRIN mengatakan, pihaknya berpotensi membahas situasi terkini serta kontribusi riset dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan.
Baca Juga: Begini Strategi Menkeu Purbaya Kejar Traget Pajak 2027 "Hari ini tentu kami diundang oleh Bapak Presiden (Prabowo) untuk mendampingi beliau karena pertemuan dengan Presiden Timor-Leste. Dan biasanya sih setelah itu ada beberapa hal yang ingin dibicarakan terkait dengan situasi terkini, kemudian apa yang bisa disumbangkan BRIN untuk menjadi solusi," katanya di Istana Kepresidenan, Jumat (28/8/2026). Adapun Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut pertemuan tersebut berpotensi membahas kerja sama di bidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Menurut Brian, kehadiran para ilmuwan penerima Nobel yang ikut dalam delegasi Ramos-Horta juga dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas riset nasional. "Mungkin (membahas) kerja sama pendidikan ya, pendidikan tinggi terutama. Dan juga mungkin dengan peraih Nobel tentunya kan kita sangat ingin kualitas riset kita naik," ujar Brian saat tiba di Istana. Brian menambahkan, salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa program doktoral Indonesia untuk belajar kepada ilmuwan penerima Nobel. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Ramos-Horta datang bersama sekitar 20 delegasi yang merupakan penerima Nobel Laureate dari berbagai bidang. Para delegasi tersebut sebelumnya menghadiri pertemuan mengenai sains di Timor-Leste yang berlangsung pada 24–26 Agustus 2026. "Jadi hari ini Presiden Ramos Horta membawa sekitar 20 ya delegasi yang merupakan Nobel Laureate, habis dari suatu pertemuan mengenai science di Timor-Leste yang pertemuannya diadakan tanggal 24-26 ya," kata Arrmanatha.
Menurutnya, para penerima Nobel yang mendampingi Ramos-Horta memiliki latar belakang keilmuan yang beragam. Di antaranya penerima Nobel bidang perdamaian, sains, kimia, hingga pangan. "Ya ini adalah ya delegasinya yang mendampingi Bapak Presiden Ramos Horta adalah penerima Nobel Laureate ya, dari berbagai bidang. Ada yang dari perdamaian, dari science, dari chemistry, dari pangan dan lain-lain," ujarnya.
Baca Juga: Purbaya: Ekonomi RI Harus Tumbuh di Atas 6% agar Pengangguran Berkurang Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News