Prabowo Ungkap Indonesia Kekurangan 84.781 Dokter Umum



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter umum dalam jumlah besar. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 474 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum.

Prabowo mengatakan persoalan kekurangan tenaga medis menjadi salah satu tantangan yang harus segera diselesaikan pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan nasional.


Baca Juga: Prabowo Klaim Program Cek Kesehatan Gratis Telah Jangkau 108 Juta Orang

"Untuk memperkuat layanan kesehatan kita, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, persoalan tersebut terlihat dari kondisi puskesmas di berbagai daerah. Hampir seluruh puskesmas disebut belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kebutuhan tenaga medis tidak hanya terjadi pada dokter umum. Prabowo menyebut kebutuhan dokter spesialis mencapai 55.712 orang, sedangkan kebutuhan dokter gigi mencapai 127.580 orang di tingkat kabupaten/kota.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah meningkatkan kapasitas pendidikan kedokteran. Dalam 21 tahun terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru.

Baca Juga: Prabowo Pamer BUMN Makin Cuan, Laba Melonjak 75,3% Jadi Rp 326 Triliun di 2025

Selain itu, pemerintah telah membuka 179 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Sebanyak 11 provinsi juga untuk pertama kalinya memiliki program pendidikan dokter spesialis.

Prabowo menilai penambahan kapasitas pendidikan tersebut penting untuk memastikan ketersediaan dokter sekaligus memperkuat pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News