Prabowo Ungkap Laba BUMN Rp326 Triliun, Kini Digenjot untuk Hilirisasi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mengubah arah pemanfaatan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tidak hanya menjadikannya sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga sebagai modal untuk memperkuat struktur ekonomi dan mempercepat hilirisasi.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, keuntungan BUMN pada 2025 mencapai Rp326 triliun. Angka tersebut melonjak 75,3% dibandingkan keuntungan BUMN pada 2024 yang telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun.

Prabowo menegaskan, peningkatan keuntungan tersebut diperoleh setelah pemerintah melakukan berbagai perbaikan dan bukan melalui rekayasa angka.


“Rp 326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Sejalan dengan peningkatan laba, dividen BUMN yang disetorkan kepada negara juga meningkat. Pada 2025, dividen BUMN mencapai Rp142,3 triliun, naik 67% dibandingkan setoran dividen pada 2024 yang sebesar Rp85,5 triliun.

Baca Juga: Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6% pada 2026

Namun, Prabowo menilai kontribusi BUMN terhadap negara perlu dihitung secara neto dengan memperhitungkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun yang sama.

Pada 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat sebesar Rp53 triliun. Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau melonjak 160%.

Adapun pada 2026, dividen BUMN diproyeksikan kembali meningkat hingga Rp200 triliun tanpa adanya PMN. Dengan demikian, kontribusi neto dividen BUMN kepada negara diperkirakan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024.

Keuntungan BUMN untuk Hilirisasi

Prabowo mengatakan, peningkatan keuntungan BUMN tidak semata-mata diarahkan untuk memperbesar penerimaan negara. Pemerintah juga memanfaatkan keuntungan tersebut untuk mendukung pembiayaan sekaligus mempercepat proyek hilirisasi melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," katanya.

Melalui Danantara, pemerintah telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026. Selanjutnya, sebanyak 13 proyek hilirisasi lainnya mulai dibangun pada 29 April 2026.

Berbagai proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pengolahan alumina menjadi aluminium.

Baca Juga: Prabowo Minta K/L Kurangi Anggaran Seremonial Tak Penting

Menurut Prabowo, pengembangan proyek hilirisasi tersebut berpotensi membuka puluhan ribu lapangan kerja baru. Pemerintah juga mulai mengembangkan proyek waste to energy sebagai bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Perkuat Sektor Hulu

Selain mendorong hilirisasi, pemerintah juga mengarahkan keuntungan BUMN untuk memperkuat sektor hulu atau upstreaming. Strategi tersebut dilakukan, antara lain, melalui akuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di dunia.

Prabowo menjelaskan, akuisisi tersebut ditujukan untuk memperoleh akses terhadap teknologi, hak kekayaan intelektual (IP), manajemen, pasar, serta pengalaman yang dimiliki perusahaan global.

“Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, IP-nya, manajemennya, pasarnya, pengalaman mereka sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," ujar Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News