Prancis dan Inggris Bahas Penghentian Kesepakatan Migran 'One in, One Out'



KONTAN.CO.ID - PARIS. Prancis dan Inggris tengah membahas penghentian kesepakatan migrasi kontroversial "one in, one out" yang selama ini menjadi salah satu mekanisme untuk menekan arus migran ilegal melalui Selat Inggris.

Sumber di Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, kedua negara sedang merundingkan mekanisme untuk mengakhiri kesepakatan tersebut.

"Kami sedang membahas dengan Inggris mengenai ketentuan untuk keluar dari kesepakatan ini," kata sumber Kementerian Dalam Negeri Prancis, Rabu (30/9/2026).


Baca Juga: Prancis dan Arab Saudi Sepakat Bangun Taman Hiburan Dragon Ball Z Senilai US$7 Miliar

Kesepakatan yang diumumkan tahun lalu itu dibuat untuk mengurangi penyeberangan migran menggunakan perahu kecil dari Prancis menuju Inggris. Dalam skema tersebut, Inggris dapat mengembalikan migran tanpa dokumen yang tiba melalui perahu kecil ke Prancis.

Sebagai imbalannya, Prancis menerima jumlah pencari suaka yang setara dari Inggris, khususnya mereka yang memiliki hubungan keluarga di Inggris.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan, proses pemindahan migran dari Inggris ke Prancis ditargetkan berlangsung tidak lebih dari tiga bulan sejak kedatangan mereka di Inggris. Inggris juga diwajibkan mengembalikan seseorang dalam waktu 14 hari sejak kedatangan.

Namun, Prancis tidak berkewajiban menerima anak di bawah umur yang datang tanpa pendamping maupun orang yang dinilai memiliki ancaman keamanan yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga: Prancis-Arab Saudi Bangun Taman Hiburan Dragon Ball Z Senilai US$ 7 Miliar

Kementerian Dalam Negeri Prancis belum memberikan penjelasan mengenai alasan pemerintah ingin mengakhiri kesepakatan tersebut. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Inggris belum menanggapi permintaan komentar terkait perkembangan negosiasi tersebut.