Prancis dan Jerman Lanjutkan Pengembangan Proyek Jet Tempur FCAS



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat untuk melanjutkan pembahasan proyek jet tempur masa depan Future Combat Air System (FCAS), meski proyek ambisius tersebut tengah dilanda perselisihan antara pelaku industri utama.

Dalam pertemuan di sela-sela KTT Uni Eropa di Nicosia, kedua pemimpin menugaskan kementerian pertahanan masing-masing untuk melanjutkan pembahasan teknis dan menentukan langkah lanjutan dalam beberapa pekan ke depan.

Proyek FCAS—yang juga melibatkan Spanyol—bernilai sekitar 100 miliar euro (US$116,85 miliar) dan bertujuan mengembangkan sistem tempur udara masa depan yang terintegrasi, mencakup pesawat tempur berawak, drone bersenjata, serta sistem digital penghubung atau combat cloud.

Sengketa Industri Jadi Hambatan Utama


Proyek ini sempat berada di ambang kegagalan akibat konflik antara Dassault Aviation dari Prancis dan Airbus yang mewakili kepentingan Jerman dan Spanyol. Perselisihan berfokus pada kendali pengembangan komponen inti pesawat tempur dalam proyek tersebut.

Menanggapi spekulasi bahwa proyek FCAS telah dihentikan, Macron menegaskan bahwa proyek tersebut masih berjalan. “No, not at all,” ujarnya saat ditanya apakah FCAS telah berakhir.

Macron juga menyebut telah melakukan diskusi konstruktif dengan Merz terkait masa depan kerja sama pertahanan kedua negara. Pembahasan tidak hanya mencakup pesawat tempur, tetapi juga berbagai aspek kolaborasi strategis lainnya.

Baca Juga: Sirkuit Istanbul Park Turki Kembali Masuk Kalender F1 Mulai 2027

Perbedaan Sikap dan Timeline

Sebelumnya, menteri pertahanan Prancis dan Jerman sempat menunjukkan perbedaan pandangan terkait jadwal pengambilan keputusan. Salah satu pihak menyebut keputusan akan segera diambil, sementara pihak lain mengindikasikan perlunya waktu tambahan untuk mediasi.

Perbedaan ini mencerminkan kompleksitas proyek FCAS, khususnya dalam menentukan kepemimpinan pengembangan teknologi inti yang menjadi tulang punggung sistem tempur tersebut.

Masa Depan FCAS dan Opsi Kompromi

Sejumlah sumber industri menyebut kemungkinan kompromi berupa penghentian pengembangan jet tempur bersama, namun tetap melanjutkan kerja sama pada teknologi drone dan sistem combat cloud. Sistem ini akan menjadi jaringan digital yang menghubungkan berbagai platform tempur, termasuk pesawat, drone, dan sensor seperti radar darat.

Namun, langkah mundur dari pengembangan jet tempur utama dinilai sensitif secara politik, terutama bagi Macron yang menjadikan proyek ini sebagai simbol kemandirian pertahanan Eropa.

FCAS dipandang sebagai proyek strategis untuk memperkuat otonomi pertahanan Eropa di tengah dinamika geopolitik global. Keberhasilan proyek ini akan menentukan kemampuan Eropa dalam mengembangkan teknologi militer generasi berikutnya tanpa ketergantungan pada pihak eksternal.