Prancis Gandeng AS Susun Resolusi PBB untuk Buka Kembali Selat Hormuz



KONTAN.CO.ID - Prancis mulai menyusun rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB, bekerja sama dengan Amerika Serikat, untuk membentuk misi internasional guna memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz; demikian disampaikan oleh para diplomat pada hari Selasa (22/9).

Sebelumnya, Paris pernah berupaya menyusun resolusi serupa namun gagal, langkah terbaru ini menyusul pembicaraan antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald Trump pada Senin malam di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

"Beberapa opsi telah dibahas," ujar Macron usai bertemu dengan presiden AS di Trump Tower, New York.


"Kami akan mengupayakan solusi diplomatik dalam beberapa jam ke depan, yang memungkinkan untuk menemukan cara agar lebih banyak kapal peti kemas dan kapal tanker minyak dapat melintas." tambahnya. 

Para diplomat mengatakan Paris berharap dapat segera mengedarkan rancangan resolusi tersebut kepada Dewan Keamanan, meskipun mereka enggan menyebutkan kerangka waktunya.

Upaya-upaya sebelumnya di PBB gagal mendapatkan dukungan dari Tiongkok dan Rusia, negara-negara yang memiliki hak veto karena kekhawatiran akan adanya keberpihakan yang merugikan Teheran.

Namun, di tengah lonjakan harga minyak global dan kekhawatiran bahwa pergerakan maju pemberontak Houthi di Yaman dapat mengancam koridor strategis Bab el-Mandeb, muncul harapan bahwa kompromi dapat dicapai kali ini.

Para diplomat menyebutkan bahwa resolusi tersebut akan berfokus pada pemisahan isu keamanan jalur perairan itu dari ketegangan yang lebih luas dengan Iran, serta menekankan kepentingan bersama semua negara dalam menjaga kebebasan navigasi dan akses terhadap pasokan energi.

Negara-negara anggota PBB akan mengoordinasikan upaya pengamanan pelayaran komersial yang melintasi Hormuz tanpa mengambil sikap ofensif terhadap Iran, tanpa mengkritik Amerika Serikat, ataupun mengaitkan isu ini dengan sengketa regional lainnya, ungkap para diplomat tersebut.

"Prancis ingin bekerja sama dengan pihak Amerika dan mitra-mitranya untuk menyusun resolusi Dewan Keamanan yang menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz," ujar seorang sumber diplomatik Prancis.