Prancis Masih Selidiki Kemungkinan Mutasi Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius



KONTAN.CO.ID - PARIS. Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan pemerintah belum dapat memastikan apakah strain hantavirus yang menyebabkan wabah di kapal pesiar MV Hondius mengalami mutasi, meskipun sejauh ini otoritas kesehatan merasa cukup tenang terhadap situasi tersebut.

Dalam keterangannya di Majelis Nasional Prancis pada Selasa, Rist menyebut masih ada sejumlah hal yang belum diketahui mengenai virus tersebut.

“Kami belum memiliki hasil sekuensing lengkap virus yang memungkinkan kami menyatakan dengan pasti hari ini, meskipun sejauh ini kami cukup tenang, bahwa virus ini belum mengalami mutasi,” ujarnya.


Kementerian Kesehatan Prancis belum memberikan komentar tambahan terkait perkembangan penyelidikan tersebut.

Baca Juga: Inflasi AS Naik Tajam Dua Bulan Berturut-turut di 3,8%, Tekan Popularitas Trump

World Health Organization (WHO) sebelumnya menyatakan tidak ada indikasi bahwa strain hantavirus yang ditemukan di kapal memiliki karakteristik tidak biasa selain lokasi kemunculannya.

Wabah tersebut dikaitkan dengan strain Andes dari hantavirus. Otoritas kesehatan Prancis kini juga berkonsultasi dengan Argentina, negara yang pernah mengalami wabah strain serupa pada 2019.

WHO telah mengonfirmasi sedikitnya sembilan kasus terkait wabah di kapal tersebut. Organisasi itu juga meminta isolasi terhadap kasus-kasus yang dicurigai, mengingat para penumpang sempat melakukan banyak interaksi sebelum virus terdeteksi.

Meski demikian, WHO menegaskan belum ada tanda-tanda penyebaran wabah yang lebih luas di luar kapal.

Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Beberapa jenis hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, termasuk gangguan pernapasan berat.

Strain Andes sendiri menjadi perhatian khusus karena dalam kasus tertentu pernah dikaitkan dengan kemungkinan penularan antarmanusia, meskipun kejadian tersebut relatif jarang.

Otoritas kesehatan internasional kini terus memantau perkembangan kasus di MV Hondius sambil menunggu hasil lengkap analisis genetik virus tersebut.