Prancis mendakwa Peugeot dengan penipuan konsumen dalam penyelidikan emisi diesel



KONTAN.CO.ID - PARIS. Stellantis, pabrikan otomotif multinasional, mengatakan bahwa pengadilan Prancis telah mendakwa salah satu unit bisnisnya, Peugeot, dengan pasal penipuan konsumen dalam penyelidikan emisi diesel yang luas. 

Diketahui, dalam dakwan tersebut, pemerintah Prancis memerintahkan perusahaan untuk memberikan jaminan sekitar € 30 juta setara US$ 36 juta untuk pembayaran potensial.

Pengadilan Yudisial Paris juga telah memerintahkan Citroen dan FCA Italy, dua unit Stellantis lainnya, untuk hadir di pengadilan selama beberapa minggu mendatang sebagai bagian dari penyelidikan yang sama, kata manajemen Stellantis pada pernyataannya Rabu (9/6).


Investigasi terhadap Peugeot berfokus pada kendaraan diesel tua yang dijual di Prancis pada periode tahun 2009 dan 2015. Selain itu, penyelidikan yang lebih luas juga dilakukan otoritas Prancis pada 2017 atas dugaan kecurangan uji emisi oleh produsen kendaraan diesel tersebut.

Stellantis dalam sebuah pernyataan mengatakan Peugeot sedang menilai opsi pembelaannya dalam kasus ini.

Baca Juga: Ditampar orang tak dikenal, bagaimana reaksi Presiden Prancis?

"Perusahaan sangat yakin bahwa sistem kontrol emisi mereka memenuhi semua persyaratan yang berlaku pada waktu yang relevan dan terus melakukannya dan menantikan kesempatan untuk menunjukkannya," kata Stellantis, yang dibentuk awal tahun ini setelah merger antara Fiat Chrysler dan Grup PSA Prancis.

Beberapa produsen mobil Eropa telah berada di bawah pengawasan sejak skandal "dieselgate" Volkswagen yang meletus pada tahun 2015 atas kecurangan tes di Amerika Serikat.

Pengadilan Prancis pada hari Selasa (8/6) mendakwa pembuat mobil Renault dengan dugaan penipuan dan manipulasi uji beberapa kendaraan diesel yang lebih tua.

Berdasarkan laporan penyelidikan dari tahun 2019, Jaksa Prancis yang menyelidiki Renault dan Peugeot mengatakan, mereka telah menemukan bahwa beberapa mobil menghasilkan emisi nitrogen oksida (NOx) di jalan lebih dari 10 kali batas peraturan untuk beberapa model. 

Volkswagen mengakui pada tahun 2015 bahwa mereka telah mencurangi perangkat lunak mesin dengan "perangkat kekalahan" untuk menipu tes diesel AS. Ini menjadi skandal yang sejak itu merugikan grup lebih dari € 32 miliar dalam bentuk denda, reparasi dan biaya hukum dan bergema di seluruh industri otomotif Eropa.

Selanjutnya: Masuk ke bank digital, Warren Buffett gelontorkan investasi US$ 500 juta

Editor: Anna Suci Perwitasari