Prancis suntik Rp 1,7 T untuk tranportasi Bandung



JAKARTA. Indonesia dapatkan suntikan dana pinjaman dari Pemerintah Prancis sebesar US$ 175 juta atau setara dengan Rp 1,71 triliun untuk pembangunan prasarana transportasi di Bandung.

Perjanjian Pinjaman (Credit Facility Agreement) Bandung Urban Railway Transport Development dan Electrification Padalarang-Cicalengka Line Project telah ditandatangani oleh Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan dan Indonesia Country Director-AgenceFrancise De Development (AFD), Vicent Rosert.

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga ditandatangani dokumen Financial Protocol oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Corinne Breuze dan perjanjian Implementation Agreement oleh Director of Institutional Activities-Natixis, Bernanrd Lemperiere.


Penandatanganan kerja sama tersebut juga disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono dan Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis, Nicole Bricq, di kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (4/6).

Pinjaman tersebut akan dicairkan selama lima tahun dengan grace periode delapan tahun dan masa  pengembalian selama 28 tahun. Suku bunga pinjaman ditetapkan 2% untuk pinjaman US$ 100 juta dan 4% untuk pinjaman US$ 57 juta. Bandung Urban Railway Transport Development dan Electrification Padalarang-Cicalengka Line Project, membutuhkan total dana sebesar US$ 175 juta atau setara dengan Rp 1,71 triliun. Rencananya memang kebutuhan dana tersebut akan dipenuhi dengan  mixed credit dari  Prancis yang terdiri dari pinjaman perbendaharaan Prancis sebesar US$ 100 juta dan pinjaman AFD sebesar US$  57  juta atau setara dengan total dana Rp 1,54 triliun dan dalam bentuk rupiah pendamping sebesar US$ 18  juta atau setara dengan Rp 176 miliar. Dalam siaran pers yang diterima KONTAN, Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis, Nicole Bricq mengatakan, ia akan terus mengamati Indonesia yang terus mengalami perkembangan ekonomi cukup bagus. "Kerja sama proyek ini merupakan wujud kemitraan dan merupakan simbol kemitraan strategis kedua negara," ujar Nicole.

Wamenhub Bambang Susantono juga menyampaikan terima kasih atas bantuan pemerintah Prancis. "Ini bentuk hubungan yang erat antara Indonesia dan Prancis yang diwujudkan dalam komitmen pembangunan transportasi prasarana kereta api di Indonesia," ujar Bambang.

Bambang melanjutkan, Indonesia saat ini sedang mencapai pembangunan sosial dan ekonomi sehingga membutuhkan transportasi yang andal, aman dan nyaman.

Dipilihnya Bandung karena kota tersebut memang sudah sangat membutuhkan. "Kemungkinan selanjutnya kota-kota lain seperti Surabaya," imbuh Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Djumyati P.