KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure(capex) sebesar Rp 103,76 miliar pada 2020 yang dananya bersumber dari hasil initial public offering (IPO). Untuk rinciannya, Pratama Widya akan menggunakan belanja modal untuk mempersiapkan pembelian alat baru atau determinasi alat sekitar Rp 52,3 miliar. Selain itu, akan digunakan untuk pembelian lahan di cabang terbesar PTPW di Pulau Kalimantan yang membutuhkan dana sekitar Rp 20,7 miliar, dan melakukan pembangunan di kantor pusat PTPW yang memerlukan dana sekitar Rp 30,7 miliar.
"Jadi total anggaran belanja modal kami di tahun ini sekitar Rp 103,76 miliar. Untuk saat ini, realisasinya kami sudah membelanjakan 55%. Realisasi belanja modal berupa pembelian lahan sebesar Rp 16,96 miliar, bangunan sebesar Rp 5,46 miliar dan alat berat senilai Rp 24,61 miliar," ujar Cyrilus Winatama, Direktur PT Pratama Widya menjawab pertanyaan kontan saat bincang emiten bersama IDX Sumbar di Instagram Live, Senin (31/8). Baca Juga: Pratama Widya (PTPW) siapkan rencana akuisisi dua perusahaan Pihaknya berkomitmen sampai akhir tahun ini akan terus menggenjot rencana tersebut, sambil menjalankan proyek-proyek yang sudah di dapatkan dan tetap mencari proyek-proyek baru. Sebagai upaya mempertahankan bisnis di kala pandemi virus corona, perusahaan telah melaksanakan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan perusahaan lain agar dapat bersinergi dan produktif. Salah satunya adalah KSO dengan PT PP Presisi Tbk untuk pekerjaan Cement Deep Mixing (CDM). "Kami bersaing dengan perusahaan asing untuk pekerjaan ini karena CDM merupakan hal baru di dunia konstruksi Indonesia sehingga pelaku pasarnya masih sedikit," ujar Cyrilus. Selain itu, pihak PTPW juga melakukan kerja sama dalam hal transfer knowledge bidang teknologi alat berat dengan Sunward Intelligent Equipment Co Ltd yang merupakan perusahaan terbuka di China dan mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah setempat. "Dalam hal kontrak, strategi kami adalah berfokus pada proyek infrastruktur, karena pembangunan infrastruktur akan selalu ada untuk menunjang perekonomian setelah masa pandemi selesai," katanya. Pratama Widya juga mengincar kontrak-kontrak pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur guna meningkatkan kinerja keuangan. Cyrilus mengatakan, rencana ini dicanangkan setelah keputusan pemerintah Indonesia yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota baru di tengah pandemi virus corona.