Prediksi IHSG Hari Ini (2/3) Rawan Terkoreksi, Saham Berikut Diprediksi Naik Harga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis 2 Maret 2023 berpotensi terkoreksi. Meski demikian, analis melihat ada sejumlah saham yang berpotensi mengalami rebound dan naik harga.

Prediksi IHSG hari ini berpotensi melemah setelah mengalami kenaikan dalam perdagangan sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (1/3), IHSG menguat 0,02% atau 1,697 poin ke level 6.844,94.

Prediksi IHSG hari ini berpotensi terkoreksi karena sejumlah sentimen negatif. Salah satu sentimen negatif adalah kabar tak baik dari bursa saham Amerika Serikat (AS) yang baru saja menutup perdagangan pagi ini waktu Indonesia.


Indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (1/3). Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah karena imbal hasil US treasury melonjak, setelah data manufaktur mengindikasikan inflasi kemungkinan masih akan tetap tinggi.

Sementara itu, komentar dari pejabat The Fed mendukung setiap kebijakan hawkish.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 5,14 poin, atau 0,02% ke level 32.661,84, S&P 500 turun 18,76 poin, atau 0,47% ke level 3.951,39 dan Nasdaq Composite turun 76,06 poin, atau 0,66% ke level 11.379,48.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 11 miliar saham, dengan rata-rata 11,39 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Baca Juga: Wall Street: S&P 500 Tergelincir Mengawali Maret karena Imbal Hasil US Treasury

Sektor energi dan material termasuk di antara sedikit sektor yang naik di sesi ini karena harga komoditas naik setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur China berkembang pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade karena negara tersebut terus meninggalkan pembatasan Covid-19.

Indeks Dow Jones bertahan naik tipis nyaris stagnan karena saham Caterpillar naik 3,81% setelah pembuat peralatan konstruksi itu mengatakan telah mencapai kesepakatan tentatif dengan serikat pekerja yang mewakili pekerja di empat fasilitasnya.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai 4% untuk pertama kalinya sejak November, mencapai tertinggi 4,01%, setelah survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan manufaktur AS mengalami kontraksi pada bulan Februari dan harga bahan baku meningkat bulan lalu.

Setelah data dirilis, imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun, yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga, naik lagi setelah mencapai 4,904%, level tertinggi sejak 2007. Terakhir naik 8,4 basis poin menjadi 4,881%.

Technical Analyst Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi, IHSG secara teknikal masih cenderung rawan terkoreksi karena sejak pekan lalu masih bergerak di bawah garis MA20 sebagai resisten penahan.

Prediksi Ivan, IHSG pada hari ini Kamis (2/3) bergerak di area support 6.800 dan resistance 6.893. Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG tersebut adalah hal-hal yang memicu tindakan jual pelaku pasar seperti kenaikan suku bunga oleh The Fed.

“Sementara sentimen positif dalam negeri tampaknya belum mampu mendongkrak pergerakan pasar,” kata Iven kepada Kontan.co.id, Rabu (1/3).

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis 0,02% ke Level 6.844 pada Penutupan Perdagangan di Awal Maret 2023

Di sisi lain, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menilai IHSG  berpotensi melanjutkan penguatan seiring sentimen positif yang meliputi bursa Asia.

Sentimen tersebut dipengaruhi rilis data Purchasing Managers Index (PMI) China yang melesat pasca dihapusnya kebijakan Zero Covid yang memicu penguatan aktivitas ekonomi secara signifikan dan aktivitas perdagangan kembali bergelora.

“IHSG berpotensi menguat dengan range 6.840-6.950,” ujar Cheril.

Cheril melihat pergerakan harga pada tren minor IHSG secara konsisten membentuk area support yang lebih tinggi di pekan ini sehingga mengindikasikan potensi penguatan.

Sementara Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Rio Febrian mencermati IHSG hari ini masih bergerak sideways dengan kecenderungan penurunan volume transaksi dalam sepekan terakhir.

“Dengan demikian, konsolidasi IHSG masih berlanjut dalam rentang 6.820-6.870 di Kamis (2/3),” kata Rio kepada Kontan.co.id Rabu (1/3).

Secara teknikal, menurut Rio, IHSG pada Kamis (2/3) akan bergerak di area support pada level 6.820 dan resistance pada level 6.940.

Pergerakan tersebut disokong sentimen positif yang berasal dari kenaikan indeks manufaktur Tiongkok ke 52,6 di Februari 2023 dari 50,1 di Januari 2023. “Hal ini berpotensi mendorong rebound lanjutan pada harga komoditas,” tambahnya.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas, termasuk minyak juga berpotensi menahan inflasi Indonesia, terlebih setelah ada kenaikan harga BBM non-subsidi. Maka, Rio memprediksi saham-saham sektor konsumer mungkin akan tertekan untuk beberapa waktu ke depan.

Dus, Ivan pun merekomendasikan investor untuk mencermati saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI dan saham energi seperti ADRO, INDY, dan HRUM.

Sementara saham-saham pilihan Cheril antara lain BBNI, ADMR, dan HRUM.

Sedangkan Rio menyoroti rebound lanjutan pada saham-saham berorientasi ekspor, seperti HRUM, ELSA, INCO, MDKA dan ANTM pada perdagangan Kamis (2/3).

Itulah prediksi IHSG dan rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan hari ini Kamis 2 Maret 2023. Ingat disclaimer, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto