Prediksi IHSG Hari Ini (24/2) Naik Kembali, Untuk Trading Cermati Saham Pilihan Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat 24 Februari 2023 akan melanjutkan tren kenaikan. Untuk trading, investor perlu mencermati saham pilihan analis berikut.

Prediksi IHSG hari ini masih akan bergerak di zona hijau seperti perdagangan hari kemarin. Pada Kamis 23 Februari 2023, IHSG berhasil menguat setelah menguat 0,43% atau 29,49 poin ke 6.839,45.

Prediksi IHSG hari ini kembali naik karena sejumlah sentimen positif. Salah satu sentimen positif yang bakal menggerakkan IHSG adalah kabar baik dari bursa saham Amerika Serikat (AS) yang baru saja menutup perdagangan pagi ini waktu Indonesia.


Wall Street mengakhiri perdagangan Kamis (23/2) yang kacau balau di zona positif. Indeks S&P 500 menghentikan penurunan beruntun empat sesi karena investor bergulat dengan bagaimana kebijakan suku bunga dapat memengaruhi ekonomi Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 108,82 poin atau 0,33% menjadi 33.153,91, S&P 500 naik 21,27 poin atau 0,53% menjadi 4.012,32, dan Nasdaq Composite bertambah 83,33 poin atau 0,72% menjadi 11.590,40.

Pasar saham bergejolak tahun ini, mundur pada bulan Februari setelah Januari yang kuat karena investor mencoba mencari tahu apa yang akan dilakukan Federal Reserve dengan suku bunga.

Komentar hawkish dari pejabat bank sentral telah diselingi dengan data yang menunjukkan ekonomi Amerika yang kuat.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham BBNI, ESSA, dan TLKM Untuk Jumat (24/2)

Pada hari Kamis, Departemen Tenaga Kerja mengatakan, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran tiba-tiba turun minggu lalu, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.

Sebuah laporan terpisah menegaskan, ekonomi tumbuh dengan kokoh pada kuartal keempat, meskipun tingkat persediaan yang meningkat bertanggung jawab atas sebagian besar peningkatan tersebut.

Produk domestik bruto AS meningkat 2,7% pada kuartal keempat, menurut estimasi kedua pemerintah. Sementara, ekonom memperkirakan kenaikan 2,9%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mencermati secara teknikal, pada perdagangan Jumat (24/2), IHSG masih punya peluang untuk menguat dalam jangka pendek. 

IHSG akan menguji resistance di level 6.865 dengan support 6.781. Pergerakan pasar dalam negeri masih akan menanti sikap bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed atas kebijakannya. 

Baca Juga: IHSG Menguat 0,43% ke 6.839 Pada Kamis (23/2), BRPT, TLKM, SMGR Top Gainers LQ45

"Untuk sentimen masih seputar perkembangan sikap The Fed dalam kebijakan moneternya," kata Herditya kepada Kontan.co.id, Kamis (23/2).  

Equity Research Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menganalisis secara teknikal IHSG membentuk hammer di atas MA50 bersamaan dengan golden cross di oversold area pada Stochastic RSI.

“Hal ini mengindikasikan potensi rebound ke 6.850 hingga tutup gap ke 6.870 di Jumat (24/2),” jelasnya. 

Dia bilang pelaku pasar nampaknya mulai menimbang kondisi suku bunga The Fed yang hampir mencapai level puncaknya, meski masih terdapat potensi kenaikan dalam beberapa FOMC mendatang. 

"Hal ini ditunjukkan dengan rebound pada saham-saham rate-sensitive, terutama bank dan property & real estate," papar Alrich.

Karena itu, Alrich menilai saham BMRI, BBNI, BBRI, BBCA, BRIS, AGRO, BTPS, PWON, BSDE dan SMRA berpotensi melanjutkan rebound pada perdagangan akhir pekan ini.

Selain itu juga ada ekspektasi rebound harga komoditas, seiring ekspektasi pemulihan demand komoditas dari Eropa berpotensi mendorong rebound pada saham-saham di sektor energi, antara lain HRUM, MEDC, RMKE, BIPI, AKRA dan PGAS

"Ekspektasi ini dipengaruhi oleh kenaikan signifikan ZEW Economic Sentiment Index di Euro Area dan Jerman di Februari 2023," tandasnya. 

Itulah prediksi IHSG dan rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan hari ini, Jumat 24 Februari 2023. Ingat, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto