KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi industri asuransi jiwa dari kanal bancassurance mengalami tekanan pada 2025. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menerangkan pendapatan premi industri dari kanal bancassurance mencapai Rp 76,91 triliun pada 2025. "Nilainya terkontraksi 5,2%, jika dibandingkan capaian tahun sebelumnya," ungkapnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Kontribusi kanal bancassurance sebesar 42,43% terhadap total premi industri. Data AAJI mencatat, premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 181,27 triliun pada 2025.
Baca Juga: Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Secara Kumpulan dan Perorangan Terkontraksi pada 2025 Mengenai terkontraksinya kanal bancassurance, Albertus menyampaikan hal itu tak terlepas dari menurunnya kinerja unitlink. Sebab, dia bilang bancassurance banyak menjual unitlink sehingga memengaruhi juga pendapatan premi yang berasal dari kanal tersebut. "Perkembangan terakhir memang unitlink mengalami penurunan," katanya. Asal tahu saja, data AAJI mencatat, kinerja premi unitlink mencapai Rp 68,24 triliun pada 2025. Nilainya mengalami kontraksi 8,2%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Sama dengan kanal bancassurance, AAJI mencatat, kinerja premi dari kanal distribusi alternatif juga mengalami kontraksi. Albertus mengatakan pendapatan premi asuransi jiwa dari kanal distribusi alternatif mencapai Rp 46,96 triliun pada 2025. Nilainya mengalami kontraksi tipis 0,1%, jika dibandingkan pencapaian pada 2024. Kanal tersebut berkontribusi sebesar 25,9% terhadap total premi asuransi jiwa.
Berbeda kondisi, AAJI mencatat pendapatan premi dari kanal keagenan mengalami pertumbuhan. Albertus menerangkan pendapatan premi industri dari kanal keagenan mencapai Rp 58,4 triliun pada 2025.
Baca Juga: BCA Cetak Laba Bersih Rp 9,2 Triliun per Februari 2026 Nilainya tumbuh 1,5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun kanal tersebut berkontribusi 32,21% terhadap total premi asuransi jiwa. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News