KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek industri asuransi jiwa pada 2026 diperkirakan mengarah pada pertumbuhan yang lebih stabil setelah kinerja premi mengalami tekanan sepanjang tahun lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi jiwa sebesar Rp 180,98 triliun pada 2025 atau terkontraksi 3,81% secara tahunan (year on year/YoY). Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, tekanan premi pada 2025 menjadi fase penyesuaian bagi pelaku industri dalam merespons perubahan kebutuhan nasabah serta dinamika kondisi ekonomi. Memasuki 2026, pertumbuhan premi diperkirakan kembali bergerak positif meski masih dalam kisaran moderat. “Proyeksi industri asuransi jiwa pada 2026 fokus pada pertumbuhan premi yang stabil hingga moderat melalui digitalisasi masif dan inovasi produk, terutama produk kesehatan dan tradisional,” ujar Irvan kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Premi Asuransi Jiwa Diproyeksikan Tumbuh Stabil pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek industri asuransi jiwa pada 2026 diperkirakan mengarah pada pertumbuhan yang lebih stabil setelah kinerja premi mengalami tekanan sepanjang tahun lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi jiwa sebesar Rp 180,98 triliun pada 2025 atau terkontraksi 3,81% secara tahunan (year on year/YoY). Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, tekanan premi pada 2025 menjadi fase penyesuaian bagi pelaku industri dalam merespons perubahan kebutuhan nasabah serta dinamika kondisi ekonomi. Memasuki 2026, pertumbuhan premi diperkirakan kembali bergerak positif meski masih dalam kisaran moderat. “Proyeksi industri asuransi jiwa pada 2026 fokus pada pertumbuhan premi yang stabil hingga moderat melalui digitalisasi masif dan inovasi produk, terutama produk kesehatan dan tradisional,” ujar Irvan kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).