KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring tekanan daya beli masyarakat, industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi asuransi jiwa tradisional pada kuartal I-2026 terkoreksi 2,9% secara tahunan menjadi Rp 30,10 triliun. Meski demikian, industri masih melihat peluang pertumbuhan dari kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan. Ketua AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, premi bisnis baru masih menunjukkan pertumbuhan pada awal tahun ini. Secara weighted, premi bisnis baru tumbuh 1,5% menjadi Rp 10,71 triliun pada kuartal I-2026, sementara secara unweighted meningkat 5% menjadi Rp 27,90 triliun. "Pertumbuhan premi bisnis baru menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap asuransi jiwa masih terjaga," kata Albertus, belum lama ini
Premi Asuransi Jiwa Tertekan, BRI Life Memperkuat Jaringan Layanan Nasabah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring tekanan daya beli masyarakat, industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi asuransi jiwa tradisional pada kuartal I-2026 terkoreksi 2,9% secara tahunan menjadi Rp 30,10 triliun. Meski demikian, industri masih melihat peluang pertumbuhan dari kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan. Ketua AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, premi bisnis baru masih menunjukkan pertumbuhan pada awal tahun ini. Secara weighted, premi bisnis baru tumbuh 1,5% menjadi Rp 10,71 triliun pada kuartal I-2026, sementara secara unweighted meningkat 5% menjadi Rp 27,90 triliun. "Pertumbuhan premi bisnis baru menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap asuransi jiwa masih terjaga," kata Albertus, belum lama ini
TAG: