Premi Asuransi Jiwa Tradisional Turun 2,9%, AAJI Optimisis Kebutuhan Proteksi Terjaga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai penurunan premi asuransi jiwa tradisional pada kuartal I-2026 tidak mencerminkan pelemahan kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan.

Berdasarkan data AAJI, premi asuransi jiwa tradisional terkoreksi 2,9% secara tahunan, menjadi Rp 30,10 triliun pada kuartal I-2026. Meski begitu, produk ini masih menjadi kontributor utama pendapatan premi asuransi jiwa.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih menempatkan kebutuhan perlindungan dasar sebagai prioritas utama dalam perencanaan keuangan mereka.


Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Tradisional Prudential Naik 16% pada Kuartal I-2026

Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung mencari manfaat perlindungan yang lebih jelas, sesuai kebutuhan proteksi jiwa dan kesehatan, dan memiliki karakteristik yang sederhana tanpa dikaitkan dengan unsur investasi.

"Oleh karena itu, penurunan tersebut tidak mencerminkan melemahnya kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi jiwa tradisional," ujarnya kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

AAJI juga tidak melihat adanya indikasi bahwa masyarakat menunda pembelian produk asuransi jiwa di tengah dinamika ekonomi yang terjadi pada awal tahun ini.

Hal itu tercermin dari kinerja premi bisnis baru yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. Secara weighted, premi bisnis baru tumbuh 1,5% menjadi Rp 10,71 triliun. Sementara secara unweighted, premi bisnis baru meningkat 5% menjadi Rp 27,90 triliun.

Katanya, pertumbuhan premi bisnis baru tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa masih tetap terjaga.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Tradisional Terkoreksi 2,9% pada Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya

Untuk sisa tahun ini, AAJI menilai prospek produk asuransi jiwa tradisional masih cukup positif.

Produk tradisional diperkirakan tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri karena masih menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan manfaat perlindungan dasar yang jelas dan fokus pada proteksi.

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial, pertumbuhan jumlah tertanggung, dan aktivitas akuisisi nasabah baru yang masih positif menjadi faktor pendukung bagi perkembangan produk asuransi jiwa tradisional ke depan.

AAJI pun optimistis produk asuransi jiwa tradisional akan tetap menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News