KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada lini asuransi kendaraan bermotor di awal tahun 2026, di tengah tekanan yang masih membayangi industri. Direktur Utama Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara mengklaim, pendapatan premi asuransi kendaraan perusahaan menunjukkan tren peningkatan pada awal tahun 2026. “Pada Januari 2026, tren pendapatan premi kendaraan bermotor di Zurich menunjukkan arah yang positif dengan tumbuh berkisar 7%, secara tahunan” ujarnya kepada Kontan, belum lama ini.
Edhi menambahkan, lini asuransi kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kontributor signifikan bagi portofolio perusahaan. Per Januari 2026, kontribusinya mencapai sekitar 15% terhadap total pendapatan premi.
Baca Juga: Zurich Terima Sejumlah Klaim Asuransi Perjalanan di Tengah Konflik Timur Tengah Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi industri yang secara umum mengalami penurunan premi pada 2025. Di Zurich sendiri, lanjutnya, pertumbuhan premi didorong oleh penguatan kemitraan distribusi serta konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas underwriting. Dari sisi klaim, Edhi menyebutkan tren klaim asuransi kendaraan relatif stabil. Adapun klaim yang paling dominan berasal dari risiko tabrakan ringan, kerusakan akibat kecelakaan lalu lintas, serta kehilangan kendaraan. Ke depan, Zurich optimistis lini asuransi kendaraan bermotor masih akan mencatatkan kinerja positif seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi yang turut mendorong penjualan kendaraan.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Permintaan Asuransi Kendaraan Zurich Meningkat “Didukung dengan pulihnya aktivitas ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan penjualan kendaraan, kami optimistis permintaan perlindungan kendaraan akan tetap kuat,” katanya.
Ia menegaskan, lini asuransi kendaraan bermotor akan tetap menjadi salah satu kontributor terbesar baik bagi industri maupun perusahaan, dengan fokus pada pertumbuhan yang sehat dan kualitas portofolio yang terjaga. Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor turun 4,2% year on year (yoy) per akhir 2025 menjadi Rp 19,01 triliun.
Baca Juga: Zurich Asuransi Indonesia Proyeksikan Premi Travel dan Kendaraan Naik Jelang Lebaran Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News