Premi Asuransi Perjalanan Jasindo Tumbuh 106,32%,Dorong Akses lewat Kemitraan Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatatkan kinerja yang positif pada lini asuransi perjalanan  Hingga Oktober 2026, pertumbuhan premi produk asuransi perjalanan tercatat sebesar 106,32% secara tahunan (year on year/yoy).

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan, capaian ini menjadi momentum positif bagi perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis asuransi perjalanan.

Brellian menilai, kebijakan stimulus tiket pesawat yang disiapkan pemerintah untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 merupakan langkah positif dalam mendukung daya beli dan mobilitas masyarakat.


Adapun ia bilang dengan biaya perjalan yang semakin terjangkau, kebijakan ini diharapkan mendorong aktivitas perjalanan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi industri asuransi perjalanan.

Baca Juga: Jasindo Sebut Data Center Jadi Sektor yang Dicermati dalam Memberikan Perlindungan

Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang, kebutuhan terhadap perlindungan perjalanan dinilai tetap relevan.

“Asuransi perjalanan bukan semata biaya tambahan, melainkan upaya mengantisipasi potensi kerugian finansial akibat risiko selama perjalanan, seperti kecelakaan, gangguan, perjalanan, maupun risiko lainnya sesuai manfaat dan ketentuan polis,” ujar Brellian kepada Kontan, Kamis (5/11/2026). 

Ia menjelaskan peningkatan mobilitas masyarakat perlu diimbangi kemudahan akses terhadap produk asuransi yang praktis, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.

Selain itu, Jasindo terus mendorong perluasan akses perlindungan, perjalanan, termasuk lewat penguatan kerja sama dengan mitra strategis.

Menanggapi momentum libur akhir tahun yang didukung stimulus pemerintah, ia mengatakan hal ini dapat memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan perjalanan.

Hingga akhir 2026, Jasindo menargetkan realisasi premi asuransi perjalanan sebesar Rp 1,5 miliar. Ia menjelaskan perusahaan juga membidik penerbitan lebih dari 500.000 polis.

Untuk mendukung target tersebut, ia menyebut Jasindo mengoptimalkan kerja sama kemitraan digital strategis melalui skema Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C). Lewat skema ini, perlindungan asuransi diharapkan semakin mudah diakses masyarakat melalui berbagai ekosistem layanan dan kemitraan.

Baca Juga: Strategi Asuransi Jasindo Perkuat Lini Properti pada Kuartal IV-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News