KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) membukukan pertumbuhan positif pada lini bisnis asuransi properti sepanjang semester I-2026. Perusahaan mencatat pendapatan premi dari lini tersebut mencapai Rp 216 miliar hingga Juni 2026. Head of Commercial Underwriting Allianz Utama Indonesia Datien Widyastuti mengatakan, nilai premi tersebut tumbuh 7% secara tahunan (
year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: AAUI: Prospek Asuransi Kendaraan Masih Cerah hingga Akhir 2026 "Nilainya tumbuh 7%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Datien kepada Kontan, Rabu (5/8/2026). Menurut Datien, pertumbuhan premi asuransi properti ditopang oleh tetap tingginya kebutuhan perlindungan aset, terutama pada segmen komersial dan industri, seiring aktivitas bisnis dan investasi yang masih berjalan. Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, Allianz Utama akan terus memperkuat kualitas portofolio bisnis. Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas penetrasi pada segmen properti komersial dan industri, sembari tetap menerapkan seleksi risiko secara ketat. "Perusahaan juga tetap mengedepankan pemilihan risiko yang selektif serta menjaga prinsip
underwriting yang prudent," tuturnya.
Baca Juga: Bank Maybank (BNII) Resmi Genggam 51% Saham Maybank Sekuritas, Akuisisi Rp 583 Miliar Di sisi lain, Allianz Utama tetap mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja lini asuransi properti pada sisa tahun ini. Beberapa di antaranya adalah potensi peningkatan klaim akibat bencana alam dan cuaca ekstrem, kenaikan biaya penggantian aset yang dapat mendorong nilai klaim, serta persaingan tarif di industri. Meski demikian, Datien optimistis strategi yang dijalankan akan mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan. "Melalui pendekatan tersebut, kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Allianz Utama membukukan total premi sebesar Rp 561,79 miliar hingga Juni 2026. Sementara itu, klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp 156,47 miliar.
Baca Juga: OJK:18 dari 24 Perusahaan Penjaminan Sudah Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum pada 2026 Secara industri, prospek lini asuransi properti juga masih menunjukkan tren positif. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi properti industri asuransi umum mencapai Rp 8,31 triliun per Maret 2026, atau tumbuh 6,5% secara tahunan (YoY). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News