JAKARTA. Pertumbuhan bisnis bank syariah yang melambat di sepanjang tahun lalu memukul industri asuransi syariah. Hal ini terlihat dari perolehan premi dari jalur distribusi bancassurance yang mengalami penurunan pada 2015. Taufik Marjuniadi, Plt Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengatakan, pada tahun lalu, bank syariah lebih memilih melakukan perbaikan non perfoaming loan (NPL). Langkah ini juga dilakukkan oleh perusahaan multifinance. Kondisi tersebut mempengaruhi perolehan premi asuransi syariah. Ambil contoh, perolehan premi PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Takaful) turun pada tahun 2015. Jika tahun 2014 kontribusi premi dari bancassurance Asuransi Takaful mencapai 30%, pada 2015 kontribusi premi bancassurance turun jadi 15% terhadap total perolehan premi.
Premi asuransi syariah dari bancassurance melorot
JAKARTA. Pertumbuhan bisnis bank syariah yang melambat di sepanjang tahun lalu memukul industri asuransi syariah. Hal ini terlihat dari perolehan premi dari jalur distribusi bancassurance yang mengalami penurunan pada 2015. Taufik Marjuniadi, Plt Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengatakan, pada tahun lalu, bank syariah lebih memilih melakukan perbaikan non perfoaming loan (NPL). Langkah ini juga dilakukkan oleh perusahaan multifinance. Kondisi tersebut mempengaruhi perolehan premi asuransi syariah. Ambil contoh, perolehan premi PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Takaful) turun pada tahun 2015. Jika tahun 2014 kontribusi premi dari bancassurance Asuransi Takaful mencapai 30%, pada 2015 kontribusi premi bancassurance turun jadi 15% terhadap total perolehan premi.