Premi Asuransi Turun, Bisnis Bancassurance Perbankan Turut Terdampak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan premi asuransi secara industri yang tercatat menurun berdampak pula pada bisnis bancassurance perbankan sepanjang tahun ini. Hal tersebut dirasakan oleh beberapa pemain yang memiliki bisnis tersebut sebagai bagian dari fee based income.

Seperti diketahui, OJK mencatat pendapatan premi asuransi di April 2023 mengalami penurunan 1,67% YoY menjadi Rp 101,34 triliun. Dimana, premi asuransi jiwa tercatat menurun paling dalam hingga 10,25% menjadi senilai Rp 101,34 triliun.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn bilang pada tiga bulan pertama tahun ini memang fee based income bancassurance BCA ikut terpengaruh dengan kondisi pasar. 


Hanya saja, Hera tak mau menyebutkan secara gamblang apakah bisnis bancassurance di BCA mengalami penurunan atau tidak. Ia hanya bilang potensinya masih besar untuk tumbuh.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Tercatat Melambat pada April, Ini Penyebabnya

“Kami menargetkan pertumbuhan fee based income bancassurance bisa tumbuh 15% dari 2022,” ujar Hera.

Ia bilang target tersebut akan dicapai dengan upaya bank untuk terus mengkaji dan mempertimbangkan berbagai produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan pasar.

“BCA dan mitra asuransi senantiasa akan terus berusaha memberikan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

Sementara itu, GM Wealth Management BNI Henny Eugenia mengakui bahwa beberapa bulan pertama di 2023 ini, fee based income BNI tercatat menurun, khususnya untuk produk unitlink. Hanya saja, ia tak mau menyebutkan penurunannya.

Oleh karenanya, Henny bilang saat ini pihaknya berusaha untuk fokus pada penjualan produk tradisional premi reguler. Dimana, pada Mei 2023, salah satu bisnis baru produk milik BNI yang tumbuh 115%, tanpa menyebut nilai. 

“Target bisnis bancassurance kami targetkan meningkat 15% dari tahun sebelumnya, dengan kenaikan sebesar 53% untuk channel in branch,” ujarnya

Sependapat, Wealth Management Division Head BTN Frengky Rosadrian juga menyebutkan ada penurunan pada fee based income bancassurance. Hanya saja, ia optimistis tetap bakal ada pertumbuhan.

Baca Juga: Marak Serangan Siber, OJK Akan Terus Evaluasi Ketahanan Digital Perbankan

Optimisme tersebut muncul karena akan ada pengembangan produk dan penambahan channel distribusi penjualan. Dimana, saat ini terdapat lima produk asuransi jiwa non unitlink dari tiga mitra asuransi dan lima asuransi umum.

“Saat ini kontribusi fee based income dari bancassurance sebesar 33% dari keseluruhan FBI wealth management,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi