Premi Bancassurance Tembus Tumbuh 17,9% per Juni, Jadi Motor Utama Asuransi Jiwa



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kanal bancassurance masih menjadi motor utama pertumbuhan premi asuransi jiwa.

Di tengah pergeseran perilaku nasabah ke layanan digital, distribusi produk asuransi melalui perbankan justru mencatat pertumbuhan signifikan pada semester I-2026.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi dari kanal bancassurance mencapai Rp 41,58 triliun pada semester I-2026, tumbuh 17,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 


Nilai tersebut menyumbang 43,8% dari total pendapatan premi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp94,75 triliun.

Baca Juga: OJK Catat Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 7,76% hingga Juli 2026

Dengan kontribusi tersebut, bancassurance menjadi kanal penyumbang premi terbesar bagi industri asuransi jiwa.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai, kuatnya kinerja bancassurance tidak terlepas dari luasnya jaringan distribusi perbankan, basis nasabah yang besar, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.

Selain itu, kebutuhan terhadap produk perlindungan yang terintegrasi dengan layanan keuangan turut menopang permintaan. Pergeseran nasabah dari layanan tatap muka ke digital juga belum mengurangi peran bancassurance dalam distribusi produk asuransi.

“Digitalisasi justru mendorong evolusi strategi bancassurance,” kata Irvan kepada Kontan, Rabu (15/9/2026).

Menurut dia, perusahaan asuransi dan perbankan kini mengembangkan integrasi digital bancassurance, memanfaatkan big data dan artificial intelligence (AI), serta menggarap segmen nasabah prioritas melalui layanan wealth management.

Perubahan pola interaksi nasabah tersebut sekaligus membuka ruang bagi perusahaan asuransi dan perbankan untuk memperkuat sinergi.

Baca Juga: Kinerja Asuransi Kesehatan di Asuransi Jiwa dan Umum Kompak Tumbuh per Juni 2026

Distribusi produk tidak lagi hanya mengandalkan kunjungan nasabah ke kantor cabang, tetapi dapat dilakukan melalui ekosistem digital dan basis data nasabah yang dimiliki perbankan.

Ke depan, Irvan memperkirakan bancassurance tetap menjadi salah satu penggerak utama pendapatan premi asuransi jiwa.

Prospek tersebut ditopang oleh perkembangan layanan keuangan digital dan besarnya basis nasabah perbankan.

Karena itu, perusahaan asuransi jiwa perlu mengoptimalkan kanal tersebut dengan memperkuat ekosistem digital dan mengembangkan produk yang lebih personal sesuai karakteristik masing-masing segmen nasabah perbankan.

Baca Juga: Kinerja Premi Asuransi Jiwa Membaik Usai Terkontraksi Dalam Beberapa Bulan Terakhir

Selain penguatan teknologi, peningkatan kompetensi tenaga pemasar perbankan juga penting agar distribusi bancassurance tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi mampu memberikan edukasi dan pemahaman perlindungan yang lebih baik kepada nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News