Premi Jasindo Turun Jadi Rp 1,34 Triliun per Juni 2026, Ini Strategi Hadapi Tekanan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyiapkan sejumlah strategi di tengah dinamika kondisi ekonomi yang memengaruhi kinerja industri asuransi umum sepanjang semester I-2026.

Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, kinerja industri asuransi umum pada semester I-2026 masih dipengaruhi oleh dinamika kondisi ekonomi dan penyesuaian di berbagai sektor usaha.

“Asuransi Jasindo terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan portofolio yang lebih selektif, disiplin underwriting, serta penerapan manajemen risiko yang optimal,” kata Brellian kepada Kontan, Senin (20/7/2026).


Baca Juga: Prudential Syariah Perkuat Pangsa Pasar dengan Aset Rp 8 Triliun

Berdasarkan laporan keuangan Jasindo per Juni 2026, jumlah premi bruto Jasindo tercatat sebesar Rp 1,34 triliun, angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan Rp 2,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Brellian menjelaskan, portofolio bisnis Jasindo saat ini masih ditopang oleh sejumlah lini usaha utama pada segmen korporasi, antara lain asuransi harta benda (property), rangka pesawat, rangka kapal, rekayasa (engineering), energi, serta pengangkutan (marine cargo).

Ke depan, ia menyebut Jasindo akan terus memperkuat portofolio pada segmen-segmen yang memiliki potensi pertumbuhan dan meningkatkan kualitas underwriting dan manajemen risiko.

"Perusahaan juga memperluas kolaborasi dengan mitra bisnis, serta mengembangkan layanan dan kanal distribusi yang lebih efektif. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: