Premi Unitlink Tumbuh 11,14% per April 2026, Pamornya Kembali Bersinar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi unitlink mencapai Rp 14,86 triliun per April 2026. Nilainya tumbuh 11,14% secara year on year (YoY).

Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan lonjakan pertumbuhan premi unitlink mengindikasikan kebangkitan pamor yang kuat. Dia menyebut capaian itu juga menunjukkan penjualan unitlink tetap menggeliat di tengah volatilitas pasar.

"Salah satunya berkat kombinasi proteksi dan potensi keuntungan jangka panjang," katanya kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).


Secara rinci, Irvan berpendapat ada sejumlah faktor utama di balik pesatnya pertumbuhan premi unitlink tersebut. Dia bilang salah satunya karena adanya kebutuhan ganda nasabah terhadap produk yang memberikan perlindungan asuransi, sekaligus peluang investasi.

"Konsep itu tetap menjadi daya tarik utama untuk perencanaan keuangan jangka panjang," ujarnya.

Baca Juga: Bank Berebut Dana Nasabah Kaya, Layanan Wealth Management Digenjot

Selain itu, Irvan mengatakan faktor lainnya adalah adanya dukungan premi tunggal. Dia menjelaskan penjualan unitlink juga ditopang meningkatnya premi tunggal (single premium), terutama didorong partisipasi nasabah korporasi yang membelikan perlindungan untuk karyawannya.

Faktor lainnya yakni adanya pemulihan kepercayaan pasar terhadap produk unitlink. Irvan menyebut industri telah berhasil melakukan konsolidasi dan memperbaiki kualitas bisnis pascapengetatan aturan unitlink oleh OJK. Asal tahu saja, OJK telah menerapkan aturan terkait unitlink, termasuk soal pemasaran, dalam Surat Edaran OJK Nomor 5 Tahun 2022.

"Aturan itu mendorong tata kelola dan transparansi yang lebih baik, sehingga kepercayaan nasabah kembali pulih," tuturnya.

Lebih lanjut, Irvan menilai prospek unitlink ke depan masih sangat menjanjikan dan berpotensi mencatat pertumbuhan positif. Dia berpendapat produk unitlink akan tetap menjadi primadona bagi nasabah karena menawarkan manfaat ganda, yakni proteksi asuransi sekaligus investasi jangka panjang.

Baca Juga: Dapen Hadapi Kondisi Menantang Tahun Ini untuk Menyamai Capaian Hasil Investasi 2025

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo mengatakan pertumbuhan unitlink dinilai menarik karena produk tersebut tetap memiliki pangsa pasar yang signifikan sebagai bagian dari pilihan solusi perlindungan masyarakat. Dia menyebut naiknya kinerja unitlink juga mencerminkan keberagaman kebutuhan nasabah serta makin matangnya preferensi masyarakat dalam memilih produk asuransi yang sesuai.

Albertus juga melihat bahwa unitlink memiliki kelebihan tersendiri karena terdapat unsur investasi untuk segmen nasabah yang lebih memahami investasi. Dengan demikian, nasabah yang sudah lebih memahami dan menerima risiko investasi akan melirik unitlink.

"Kalau unitlink risiko investasinya ada pada nasabah. Plusnya tentu nasabah dapat memperoleh kenaikan investasi yang baik, tetapi juga ada risiko penurunan," ucap Albertus. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News