KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, Amerika Serikat harus membayar jika ingin mempertahankan perjanjian penempatan pasukan yang telah berusia dua dekade dengan negaranya, yang merupakan inti dari strategi AS di Asia. Duterte, seorang nasionalis garis keras yang secara terbuka tidak menyetujui aliansi militer AS yang telah berlangsung lama, secara sepihak membatalkan Perjanjian Pasukan Kunjungan (VFA) tahun lalu sebagai tanggapan yang marah terhadap penolakan visa oleh Washington. Namun, Manila teleh memperpanjang dua kali periode penarikan VFA, untuk menciptakan apa yang pejabat Filipina katakan sebagai jendela untuk kesepakatan yang lebih baik.
Presiden Duterte: Amerika ingin mempertahankan perjanjian militer? Anda harus bayar
KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, Amerika Serikat harus membayar jika ingin mempertahankan perjanjian penempatan pasukan yang telah berusia dua dekade dengan negaranya, yang merupakan inti dari strategi AS di Asia. Duterte, seorang nasionalis garis keras yang secara terbuka tidak menyetujui aliansi militer AS yang telah berlangsung lama, secara sepihak membatalkan Perjanjian Pasukan Kunjungan (VFA) tahun lalu sebagai tanggapan yang marah terhadap penolakan visa oleh Washington. Namun, Manila teleh memperpanjang dua kali periode penarikan VFA, untuk menciptakan apa yang pejabat Filipina katakan sebagai jendela untuk kesepakatan yang lebih baik.