Presiden FIFA Infantino Dapat Dukungan Afrika, UEFA Tetap Ancam Boikot Piala Dunia



KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat dorongan politik setelah memperoleh dukungan bulat dari Confederation of African Football (CAF).

Namun, dukungan tersebut belum mampu meredakan kritik terhadap tata kelola FIFA, sementara UEFA tetap mempertahankan ancaman memboikot kompetisi Piala Dunia.

Baca Juga: Bursa Australia Berpotensi Akhiri Reli Lima Hari, Sentimen Konflik Iran Tekan Pasar


Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), dukungan CAF yang mewakili 54 asosiasi anggota atau lebih dari seperempat dari total 211 anggota FIFA menjadi modal penting bagi Infantino yang akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.

Presiden CAF Patrice Motsepe mengatakan, organisasinya berkomitmen terus bekerja sama dengan FIFA dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola untuk menjaga tata kelola, proses yang semestinya, serta transparansi.

"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan FIFA, asosiasi anggotanya, konfederasi lain, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga tata kelola, due process, dan transparansi," ujar Motsepe.

Meski demikian, dukungan dari Afrika berseberangan dengan gelombang kritik yang datang dari Eropa dan sejumlah konfederasi lainnya.

Baca Juga: Emas Spot Stabil Jumat (7/8), Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2026

Pada hari yang sama, UEFA kembali menegaskan syarat mereka untuk mengakhiri ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA belum dipenuhi.

UEFA menyatakan dua syarat utama tetap berlaku, yakni pencabutan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta serta jaminan bahwa upaya serupa tidak akan kembali dilakukan di masa mendatang.

"Persyaratan tersebut belum dipenuhi. Selain itu, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino, dan posisi itu tetap tidak berubah," tulis UEFA dalam pernyataannya.

UEFA juga menegaskan dukungan para pegawai FIFA kepada Infantino tidak akan mengubah sikap organisasi tersebut.

FIFA sebelumnya meminta maaf kepada 211 asosiasi anggotanya atas kesalahan dalam proses penyusunan proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan.

Baca Juga: Taiwan Latihan Pertahankan Jembatan Strategis, Antisipasi Potensi Serangan China

Federasi sepak bola dunia itu juga berjanji meninjau kembali mekanisme pengambilan keputusan yang memicu kontroversi tersebut.

Hasil evaluasi akan disampaikan kepada Dewan FIFA pada pertemuan berikutnya.

Namun, kritik terhadap tata kelola FIFA terus bermunculan.

CONMEBOL menyampaikan keprihatinan atas tindakan sepihak yang dinilai diambil tanpa dialog memadai dengan para anggota.

Organisasi itu menegaskan tidak akan mendukung kebijakan yang mengabaikan mekanisme tata kelola yang selama ini diterapkan FIFA.

Baca Juga: Kontroversi Coach Hong Myung-bo Berlanjut, Polisi Geledah Federasi Sepak Bola Korsel

Sementara itu, serikat pemain dunia FIFPRO menyebut usulan Infantino yang disusun secara tertutup bukan sekadar kegagalan tata kelola, melainkan sebagai "penyalahgunaan serius terhadap kewenangan presiden."

FIFA membantah tudingan tersebut. Organisasi itu menegaskan seluruh proses telah sesuai dengan regulasi yang berlaku dan menyebut persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan proses komunikasi, bukan pelanggaran terhadap aturan tata kelola.

Di tengah tekanan tersebut, laporan The New York Times menyebut sejumlah direktur senior FIFA baru mengetahui proposal investasi swasta sehari sebelum final Piala Dunia bulan lalu di New York dan diminta memberikan persetujuan dalam waktu singkat.

Reuters menyatakan belum memperoleh tanggapan resmi dari FIFA terkait laporan tersebut.

Secara politik, Infantino kini berupaya meredam dampak kontroversi tersebut menjelang pemilihan Presiden FIFA yang akan berlangsung di Maroko pada Maret 2027.

Meski mendapat dukungan dari jajaran manajemen FIFA, sejumlah asosiasi nasional mulai menarik dukungan, termasuk Federasi Sepak Bola Inggris dan Albania.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jumat (7/8) Pagi, Brent ke US$ 83,48 & WTI ke US$ 78,84

Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Prince Ali bin Hussein, juga menyatakan tidak akan mendukung pencalonan kembali Infantino.

Kendati demikian, Infantino masih memiliki basis dukungan yang kuat dari banyak asosiasi sepak bola di Afrika dan Asia, terutama karena program pendanaan pengembangan FIFA masih menjadi sumber penting bagi pembinaan sepak bola di negara-negara tersebut.

Hingga saat ini, belum muncul penantang kuat yang diperkirakan mampu menghambat peluangnya untuk kembali memimpin FIFA hingga 2031.