KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino membela penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dari berbagai kritik yang muncul selama turnamen. Dalam surat terbuka yang diterbitkan pada Senin (27/7/2026), Infantino menuding para pengkritik menyebarkan kebencian dan narasi yang tidak benar, serta mengabaikan keberhasilan turnamen yang menurutnya menghadirkan persatuan, keamanan, dan kebahagiaan bagi jutaan penggemar sepak bola.
Baca Juga: Saham CXMT Melonjak 466% pada Debut Bursa, Jadi Perusahaan Paling Bernilai di China Turnamen Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara. "Anda begitu dipenuhi kebencian dan kritik sehingga melewatkan semua itu," tulis Infantino. Ia juga menyindir pihak-pihak yang mengkritik FIFA melalui media maupun platform digital. "Kepada mereka yang berada di balik pena, kertas, dan layar, menyebarkan kebencian serta rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang layar, kami di FIFA berada di garis depan, bekerja keras dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia." Infantino mengeklaim, penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung tanpa insiden keamanan yang berarti. "Kami tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, keamanan 100 persen, hanya kegembiraan dan kebahagiaan."
Baca Juga: Harga Tembaga Menguat Senin (27/7) usai Harga Minyak Anjlok, Pasar Pantau The Fed FIFA diterpa berbagai kritik Selama penyelenggaraan turnamen, FIFA menghadapi sejumlah sorotan, mulai dari kebijakan visa Amerika Serikat yang memengaruhi suporter dan ofisial dari beberapa negara hingga persoalan tim-tim yang berasal dari wilayah konflik. Surat terbuka Infantino juga terbit setelah muncul kritik terhadap penanganan kasus disiplin penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina menjadi kontroversi, terutama karena disebut terjadi setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan Argentina melawan Mesir juga memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola. Meski tidak menyinggung kasus-kasus tersebut secara langsung, Infantino menilai keputusan wasit maupun komite disiplin yang diperdebatkan merupakan hal yang lazim terjadi di berbagai kompetisi sepak bola. "Kartu merah atau kuning yang mungkin keliru, atau keputusan untuk tidak memberikan sanksi kepada pemain dalam situasi tertentu, merupakan hal yang rutin dan diterima di beberapa liga terbesar di dunia." Ia juga menyindir negara-negara yang menurutnya justru menggunakan praktik serupa di kompetisi domestik tetapi menjadi pihak yang paling vokal mengkritik FIFA. "Menariknya, negara-negara yang menerapkan praktik tersebut justru menjadi pihak yang mengkritiknya."
Baca Juga: SoftBank Gandeng 21 Kreditur Baru Danai Investasi Jumbo di OpenAI Soroti isu visa Infantino juga menyinggung isu visa yang sempat menjadi perhatian selama Piala Dunia 2026. Menurutnya, keikutsertaan negara-negara yang menghadapi konflik politik, krisis domestik, maupun masalah kesehatan menunjukkan bahwa sepak bola mampu melampaui berbagai perbedaan. Ia menyebut, tim nasional Iran tetap dapat memasuki Amerika Serikat untuk mengikuti turnamen meski hubungan kedua negara sedang tegang. "Iran masuk ke Amerika Serikat tanpa insiden ataupun konflik. Tim Iran memperoleh visa karena sepak bola adalah tentang perdamaian, bukan politik."
Infantino juga mengatakan negara-negara yang tengah menghadapi tantangan kesehatan maupun krisis lainnya tetap memperoleh akses visa untuk mengikuti turnamen.
Baca Juga: AstraZeneca Lampaui Ekspektasi Laba Kuartal II, Tetap Optimistis Tatap 2026 Ia turut menyinggung Haiti sebagai contoh bagaimana sepak bola mampu membuka perhatian dunia terhadap negara yang tengah menghadapi krisis. "Ketika sepak bola membawa Haiti kepada dunia, negara yang mungkin tidak dapat atau tidak ingin dikunjungi banyak orang, mungkin sudah saatnya menyimpan pena dan keyboard Anda, lalu menunjukkan rasa hormat kepada tim-tim yang telah bertanding," tutup Infantino.