JAKARTA. Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,5% pada tahun depan membuat pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk mewujudkannya. Tak hanya soal mendorong belanja negara, namun pemerintah juga harus memastikan, manfaat dari gelontoran dana belanja pemerintah itu harus bisa dirasakan secara optimal bagi seluruh masyarakat. Dalam pidato pengantar nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk memacu pembangunan nasional, pemerintah mengarahkan anggaran tahun depan untuk berbagai kebijakan yang menjaga kesejahteraan masyarakat. Antara lain, pemerintah berupaya meningkatkan rasio anggaran kesehatan menjadi 5% dari total anggaran belanja dalam RAPBN 2016. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan, dalam RAPBN 2016 pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan Rp 106,1 triliun atau 5% dari total belanja negara 2016. Angka ini naik 42,79% dari alokasinya dalam APBN-Perubahan 2015 yang hanya sebesar Rp 74,3 triliun atau 3,75% dari belanja negara. "Ini pertama kalinya dalam sejarah anggaran kesehatan memenuhi rasio 5% (dari total belanja)," klaim Bambang, kemarin (14/8).
Presiden janji jaga ekonomi rakyat
JAKARTA. Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,5% pada tahun depan membuat pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk mewujudkannya. Tak hanya soal mendorong belanja negara, namun pemerintah juga harus memastikan, manfaat dari gelontoran dana belanja pemerintah itu harus bisa dirasakan secara optimal bagi seluruh masyarakat. Dalam pidato pengantar nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk memacu pembangunan nasional, pemerintah mengarahkan anggaran tahun depan untuk berbagai kebijakan yang menjaga kesejahteraan masyarakat. Antara lain, pemerintah berupaya meningkatkan rasio anggaran kesehatan menjadi 5% dari total anggaran belanja dalam RAPBN 2016. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan, dalam RAPBN 2016 pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan Rp 106,1 triliun atau 5% dari total belanja negara 2016. Angka ini naik 42,79% dari alokasinya dalam APBN-Perubahan 2015 yang hanya sebesar Rp 74,3 triliun atau 3,75% dari belanja negara. "Ini pertama kalinya dalam sejarah anggaran kesehatan memenuhi rasio 5% (dari total belanja)," klaim Bambang, kemarin (14/8).