Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari 11 Duta Besar Negara Sahabat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima surat kepercayaan dari 11 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat.

Prosesi acara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara sahabat setelah duta besar tiba di Istana Merdeka.

Adapun ke-11 duta besar negara sahabat yang diterima Jokowi yakni Erick Rahmat Moertabat, Duta Besar LBBP Republik Suriname untuk Republik Indonesia; Olivier Zehnder, Duta Besar LBBP Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia. Lalu, Zakarya Muhammad Mustafa Al-Maghribiy, Duta Besar LBBP Negara Libya untuk Republik Indonesia;


Kemudian, Lee Sang-deok, Duta Besar LBBP Republik Korea untuk Republik Indonesia; Stella Bezirtzoglou, Duta Besar LBBP Republik Yunani untuk Republik Indonesia; Mohamed Ahmed Salim Al Shanfari, Duta Besar LBBP Kesultanan Oman untuk Republik Indonesia;

Yassir Mohamed Ali Mohamed, Duta Besar LBBP Republik Sudan untuk Republik Indonesia; Jayanath Siri Kumara, Duta Besar LBBP Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia; Faisal Abdulah H. Amodi, Duta Besar LBBP Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia.

Baca Juga: Bapak Otomotif Indonesia, Gelar Baru untuk Jokowi

Selanjutnya, Abdulmonem Annan, Duta Besar LBBP Republik Arab Suriah untuk Republik Indonesia; dan Mpetjane Kgaogelo Lekgoro, Duta Besar LBBP Republik Afrika Selatan untuk Republik Indonesia.

Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya penugasan resmi para duta besar tersebut di Indonesia. Setelah selesai menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Jokowi, para duta besar beserta pendamping masing-masing berpamitan.

Olivier Zehnder, Duta Besar LBBP Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia, menilai Indonesia merupakan salah satu negara yang berperan sebagai pemain utama dalam bidang politik dan ekonomi dunia.

Hal tersebut terlihat dari peran Indonesia sebagai Presidensi G20 pada tahun lalu serta Ketua ASEAN pada 2023. Ia pun menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss telah berjalan dengan sangat baik.

"Kami memiliki lebih dari 70 tahun hubungan diplomatik, 50 tahun kerja sama ekonomi, kami sekarang menerapkan perjanjian perdagangan bebas kami antara Swiss dan Indonesia dan implementasinya sangat menjanjikan," ujar Dubes Olivier Zehnder dalam keterangan tertulis, Senin (20/2).

Senada, Abdulmonem Annan, Duta Besar LBBP Republik Arab Suriah untuk Republik Indonesia, menilai kepemimpinan Indonesia di dunia membuat Indonesia saat ini memiliki posisi di antara negara-negara kuat. Ia pun berharap peran Indonesia di tingkat global bisa terus meningkat ke depannya.

"Saya suka Indonesia sebagai bangsa dan sebagai pemerintah. Yang sangat menarik bagi saya adalah visi politik dan rasionalitas tinggi yang dimiliki kepemimpinannya sehingga membawa Indonesia ke posisinya saat ini di antara negara-negara paling kuat di dunia. Kita harapkan dan semoga Indonesia terus meningkat menjadi lima besar dunia, insyaallah," ujar Dubes Arab Suriah.

Sementara itu, Jayanath Siri Kumara, Duta Besar LBBP Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia, menyebut bahwa Indonesia dan Sri Lanka merupakan dua teman baik dalam sejarah. Menurutnya, Indonesia dan Sri Lanka telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1952 dan pada tahun 1955 bersama-sama mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

"Kami memiliki tradisi besar untuk bekerja sama dan pada abad ke-21 ini adalah dua negara yang sangat penting dan strategis dalam perdagangan laut, di Samudera Hindia serta Pasifik Barat. Jadi saya berharap kita dapat mengembangkan konektivitas kerja tidak hanya untuk kedua negara kita tetapi juga untuk seluruh dunia," ujarnya.

Baca Juga: Temui Jokowi, Ketum PSSI: Pemerintah Siap Dukung Tranformasi Sepakbola Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat