Presiden Kuba Siap Bicara ke Media di Tengah Krisis Ekonomi dan Tekanan Trump



KONTAN.CO.ID - Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel dijadwalkan menyampaikan pernyataan kepada media pada Jumat (13/3/2026) waktu setempat, di tengah krisis ekonomi berat yang melanda negara itu serta meningkatnya tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pemerintah Kuba menyatakan pidato tersebut akan membahas berbagai isu penting nasional dan internasional. Acara itu dijadwalkan berlangsung pukul 07.30 waktu setempat dan menjadi salah satu penampilan langka Díaz-Canel di hadapan media.

Meski demikian, pemerintah tidak mengundang media asing. Jika sesi tanya jawab dibuka, pertanyaan hanya akan berasal dari wartawan nasional yang telah diseleksi.


Baca Juga: Kuba Bakal Bebaskan 51 Tahanan dalam Kesepakatan yang Dimediasi Vatikan

Kemunculan Díaz-Canel ini disebut sebagai kelanjutan dari pernyataannya pada 5 Februari lalu, ketika ia memperingatkan Kuba mungkin harus mengambil “langkah-langkah ekstrem” untuk menghadapi krisis ekonomi yang semakin dalam.

Negara Karibia tersebut tengah bergulat dengan pemadaman listrik berkepanjangan dan kelangkaan bahan bakar.

Krisis energi diperparah oleh langkah pemerintahan Trump yang berupaya memblokir pasokan minyak ke Kuba, termasuk dari sekutunya, Venezuela. Kebijakan tersebut memicu kekurangan bahan bakar dan memperburuk kondisi ekonomi di pulau itu.

Dalam pernyataan sebelumnya, Díaz-Canel menegaskan Kuba tetap terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat, tetapi hanya jika dilakukan atas dasar saling menghormati dan tanpa ancaman atau prasyarat.

Pidato yang akan datang juga diperkirakan menyinggung klaim Trump bahwa Washington sedang melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan perwakilan Kuba.

Baca Juga: Trump Wacanakan “Pengambilalihan Bersahabat” Kuba, Apa Artinya?

Pemerintah Kuba sejauh ini membantah adanya pertemuan resmi, meskipun tidak secara tegas menolak kemungkinan adanya komunikasi tidak langsung.

Tekanan terhadap Kuba meningkat sejak Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari lalu. Venezuela selama ini menjadi pemasok minyak utama bagi Kuba.

Selain menghentikan pengiriman minyak Venezuela ke Kuba, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang menjual minyak ke pulau tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump bahkan menyatakan Kuba berada di ambang kehancuran dan kemungkinan akan membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Klaim Meksiko Akan Hentikan Pengiriman Minyak ke Kuba

Ia juga sempat menyebut kemungkinan “pengambilalihan yang bersahabat”, meski kemudian menambahkan bahwa langkah itu mungkin tidak akan bersifat bersahabat

TAG: