Presiden Meksiko Pastikan Tak Ada Risiko bagi Fans Piala Dunia 2026



KONTAN.CO.ID - Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada risiko bagi para penggemar yang akan datang ke Meksiko untuk menghadiri 2026 FIFA World Cup, menyusul gelombang kekerasan setelah tewasnya pemimpin kartel paling dicari di negara itu.

Sheinbaum mengatakan seluruh “jaminan keamanan” telah disiapkan untuk turnamen sepak bola internasional tersebut, yang akan digelar di Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara.

Baca Juga: Meksiko Berdarah Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Ada Rencana Pindah Venue?


Situasi keamanan sempat memanas setelah loyalis kartel yang dipimpin Nemesio Oseguera, alias “El Mencho”, melakukan blokade jalan serta membakar bus dan toko sebagai balasan atas tewasnya sang pemimpin dalam operasi militer pada Minggu.

Dalam konferensi pers Selasa (24/2/2026) pagi hari, Sheinbaum menyatakan kondisi kini berangsur normal, dengan pasukan keamanan bekerja menjaga ketertiban publik.

FIFA: Tetap Tenang

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan ia merasa “sangat tenang” terkait kesiapan Meksiko menjadi tuan rumah. “Semuanya akan berjalan spektakuler,” ujarnya.

Juru bicara FIFA menambahkan bahwa organisasi tersebut terus memantau situasi dan berkoordinasi erat dengan otoritas federal, negara bagian, dan lokal.

Baca Juga: Detik-detik Terakhir “El Mencho” Berada di Vila Mewah Jalisco, Ini Ceritanya

Gubernur Jalisco Pablo Lemus juga menegaskan tidak ada rencana untuk memindahkan venue dari Meksiko. “Tiga lokasi tetap sepenuhnya aman,” katanya.

Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 dari total 104 pertandingan Piala Dunia, termasuk empat laga di Guadalajara, serta sejumlah pertandingan pemanasan sebelum turnamen dibuka pada 11 Juni.

Kebijakan Keamanan dan Pendekatan Pemerintah

Beberapa pertandingan liga domestik sempat ditunda pada Minggu setelah aksi kekerasan pecah di sejumlah wilayah, termasuk negara bagian Jalisco dan Sinaloa.

Sheinbaum, yang melanjutkan pendekatan kebijakan pendahulunya Andres Manuel Lopez Obrador dengan slogan “pelukan, bukan peluru” (hugs not bullets), menegaskan bahwa operasi terhadap tersangka kriminal tidak berarti perubahan strategi menuju perang terbuka.

Baca Juga: Apakah Suku Bunga AS Dipangkas dalam Waktu Dekat? Ini Sinyal dari Pejabat The Fed

“Penahanan tersangka dengan surat perintah bisa memicu situasi seperti ini, tetapi kami mencari perdamaian, bukan perang,” katanya.

Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa penangkapan atau tewasnya tokoh besar kartel di Meksiko kerap memicu aksi balasan berupa baku tembak dan pembakaran kendaraan.

Pemerintah Meksiko menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan penuh menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Selanjutnya: Stok Batubara Menipis, APLSI Sebut Sektor Kelistrikan Nasional Tengah Kritis

Menarik Dibaca: Realme 16 Pro: Layar AMOLED 144Hz & Baterai 7.000mAh yang Awet hingga 9 Jam