Presiden Prabowo Dorong Jalur Kapal dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan hubungan udara langsung antara Indonesia dan Rusia. Menurutnya, konektivitas penerbangan dapat mempererat hubungan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Ia menilai hubungan udara langsung akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Rusia untuk berkunjung ke Indonesia, begitu pula sebaliknya.

"Dan marilah kita bersikap pragmatis tentang orang-orang, hubungan udara langsung akan mendatangkan pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal menggerakkan barang, pesawat menggerakkan persahabatan," ujar Prabowo dalam pidatonya, seperti dikutip dari siaran langsung youtube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).


Baca Juga: Purbaya Buka Peluang Pangkas Anggaran MBG Jadi di Bawah Rp 200 Triliun

Menurut Prabowo, penguatan konektivitas menjadi bagian penting dalam membangun hubungan ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Rusia. Selain penerbangan, ia juga mendorong adanya pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia.

Ia berharap jalur pelayaran tersebut dapat memiliki jadwal, biaya, asuransi, serta kapasitas kargo yang lebih dapat diprediksi sehingga mendukung kelancaran perdagangan kedua negara.

Dorongan tersebut sejalan dengan upaya Prabowo meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia-Rusia. Ia menyebut perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 telah mendekati US$ 5 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya dan 33,7% dibandingkan 2023.

Prabowo menilai capaian tersebut masih menjadi permulaan. Indonesia dan Rusia, menurutnya, memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi sehingga masih terdapat ruang besar untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi.

Baca Juga: Yield SBN Naik Tajam, Purbaya Pastikan Beban Utang Tetap Aman

"Kenaikan ini akan didorong oleh ekonomi yang saling melengkapi, rencana berlakunya FTA Indonesia-EAEU pada awal tahun 2027, dan yang mungkin terpenting, hubungan yang lebih erat antara komunitas bisnis kita," katanya.

Selain perdagangan, Prabowo juga mendorong kerja sama Indonesia-Rusia di berbagai sektor, mulai dari energi, ketahanan pangan, industrialisasi, pendidikan tinggi, transportasi hingga ruang angkasa

Dengan konektivitas yang lebih kuat, Prabowo berharap hubungan Indonesia dan Rusia tidak hanya bertumpu pada kerja sama antarpemerintah, tetapi juga berkembang melalui hubungan antarmasyarakat dan komunitas bisnis.

"Setiap kunjungan menghasilkan perkenalan, prospek, kepercayaan, transaksi, dan hubungan," ujar Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News