Presiden Singapura: Istilah baru pemerintah, kita di bawah bayang-bayang Covid-19



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Presiden Halimah Yacob menyatakan, Singapura harus bisa menyesuaikan strategi Covid-19, seiring  situasi yang terus berkembang, dan lebih tangguh serta gesit dalam menanggapi perubahan

"Istilah baru pemerintahan, mulai di bawah bayang-bayang Covid-19," katanya yang mencatat, sementara Singapura telah mengendalikan infeksi baru, jumlah kasus meningkat di bagian lain dunia.

“Situasi global dan domestik telah berubah, dan tidak ada jalan kembali ke status quo,” kata Presiden Singapura dalam pidatonya pada pembukaan Parlemen ke-14, Senin (24/6), seperti dilansir Channel News Asia.


Baca Juga: Singapura catat 31 kasus baru, angka harian terendah sejak Maret

Halimah menambahkan, Singapura sedang menghadapi resesi terburuk sejak kemerdekaan. Pemerintah sudah menyuntikkan S$ 100 miliar ke dalam perekonomian, tapi situasinya akan "tetap suram" untuk beberapa waktu.

Singapura melaporkan 31 kasus baru virus corona pada Selasa (25/8), angka harian terendah sejak 22 Maret lalu. Ini membuat total kasus di negeri merlion menjadi 56.435.

Mengutip Channel News Asia, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, hanya ada satu kasus impor dan tidak ada kasus komunitas pada Selasa (25/8). Sisanya adalah kasus yang melibatkan pekerja migran di asrama.

Baca Juga: 4 Negara Asia Tenggara ini temukan virus corona yang 10 kali lebih menular

Editor: S.S. Kurniawan