JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan turut berduka atas meninggalnya mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di era orde baru, Moerdiono. Sebagaimana disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Heru Lelono, Jumat (7/10)."Presiden SBY sudah mengetahui, apalagi media sudah mengabarkannya. Mengingat jasa dan pengabdiannya, sudah sewajarnya Presiden berduka atas kepergiaan Moerdiono. Tentu kita sewajarnya ikut berduka," katanya.Seperti diketahui, Moerdiono meninggal dunia di Singapura, Jumat (7/10) pukul 19.40 waktu setempat. Moerdiono meninggal dalam keadaan tenang setelah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura.Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu pagi (8/10) dan bakal dimakamkan di taman makam pahlawan Kalibata.Moerdiono wafat pada usia 77 tahun. Pria kelahiran Banyuwangi, 19 Agustus 1934 tersebut biasa dipanggil Pak Moer. Selama Orde Baru dikenal dekat dengan mantan Wakil Presiden Sudharmono. Sejak awal Orde Baru, dia meniti karier di lingkungan sekretariat negara mendampingi Sudharmono.Pendidikan Moerdiono didapat di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang tahun 1957 dan Lembaga Administrasi Negara (1967) Jakarta tahun 1967. Moerdiono juga menjalani wajib militer sampai terakhir berpangkat mayor jenderal.Awal kariernya di sekretariat negara bermula pada tahun 1966 dengan menjadi staf biasa. Pada tahun 1972, Moerdiono diangkat menjadi Asisten Menteri Sekretaris Negara Urusan Khusus sampai tahun 1981. Di tahun 1981 pula Moerdiono dipercaya menjadi Sekretaris Kabinet. Kemudian pada Kabinet Pembangunan IV pada rentang 1983-1988, Moerdiono menjabat Menteri Muda Sekretaris Kabinet. Lalu menjadi menteri sekretaris negara pada dua periode berikutnya, yaitu Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Presiden turut berduka cita atas berpulangnya Moerdiono
JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan turut berduka atas meninggalnya mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di era orde baru, Moerdiono. Sebagaimana disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Heru Lelono, Jumat (7/10)."Presiden SBY sudah mengetahui, apalagi media sudah mengabarkannya. Mengingat jasa dan pengabdiannya, sudah sewajarnya Presiden berduka atas kepergiaan Moerdiono. Tentu kita sewajarnya ikut berduka," katanya.Seperti diketahui, Moerdiono meninggal dunia di Singapura, Jumat (7/10) pukul 19.40 waktu setempat. Moerdiono meninggal dalam keadaan tenang setelah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura.Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu pagi (8/10) dan bakal dimakamkan di taman makam pahlawan Kalibata.Moerdiono wafat pada usia 77 tahun. Pria kelahiran Banyuwangi, 19 Agustus 1934 tersebut biasa dipanggil Pak Moer. Selama Orde Baru dikenal dekat dengan mantan Wakil Presiden Sudharmono. Sejak awal Orde Baru, dia meniti karier di lingkungan sekretariat negara mendampingi Sudharmono.Pendidikan Moerdiono didapat di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang tahun 1957 dan Lembaga Administrasi Negara (1967) Jakarta tahun 1967. Moerdiono juga menjalani wajib militer sampai terakhir berpangkat mayor jenderal.Awal kariernya di sekretariat negara bermula pada tahun 1966 dengan menjadi staf biasa. Pada tahun 1972, Moerdiono diangkat menjadi Asisten Menteri Sekretaris Negara Urusan Khusus sampai tahun 1981. Di tahun 1981 pula Moerdiono dipercaya menjadi Sekretaris Kabinet. Kemudian pada Kabinet Pembangunan IV pada rentang 1983-1988, Moerdiono menjabat Menteri Muda Sekretaris Kabinet. Lalu menjadi menteri sekretaris negara pada dua periode berikutnya, yaitu Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News