Presiden Ukraina: Rusia bakal Menyerang Negara-Negara Anggota NATO



KONTAN.CO.ID - LVIV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan NATO pada Senin (14/3), pasukan Rusia bakal segera menyerang negara-negara anggota pakta pertahanan itu setelah serangan udara menghantam pangkalan militer Ukraina di dekat perbatasan Polandia.

Ukraina Barat yang sebagian besar terhindar sejauh ini, serangan udara Rusia pada Sabtu malam hingga Minggu membawa perang jauh ke wilayah itu, menewaskan 35 orang dan melukai 134 di sebuah pangkalan militer dekat Yavoriv, yang sangat dekat perbatasan Polandia.

“Jika Anda tidak menutup langit kami, hanya masalah waktu sebelum rudal Rusia jatuh di wilayah Anda, di wilayah NATO, di rumah penduduk NATO,” kata Zelenskyy dalam pidato video, mendesak NATO untuk memberlakukan zona larangan terbang di negaranya.


Zelenskyy terus memohon negara-negara Barat untuk berbuat lebih banyak.

"Tahun lalu, saya dengan jelas memperingatkan para pemimpin NATO, jika tidak ada sanksi pencegahan yang keras terhadap Federasi Rusia, itu akan menjadi perang," sebut Zelenskyy, seperti dikutip Channel News Asia. "Kami benar".

Baca Juga: Mulai Kesulitan, Rusia Dikabarkan Meminta Bantuan Militer dan Ekonomi ke China

Lebih jauh ke Timur, pertempuran terakhir di pinggiran Kota Kyiv menyebabkan seorang jurnalis AS tewas, reporter asing pertama yang tewas sejak invasi Rusia pada 24 Februari.

"Kyiv. Kota yang dikepung," tulis Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak di Twitter, seperti dilansir Channel News Asia. Dia mengatakan, ibu kota Ukraina sedang mempersiapkan "pertahanan mati-matian".

"Musuh menyandera kota (Mariupol) dengan melakukan tindakan genosida yang nyata," ungkap Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov, seperti dikutip Channel News Asia.

"Rusia membom kota itu bahkan selama negosiasi resmi," ujar Reznikov. "Mereka tidak memiliki martabat, tidak ada kehormatan, tidak ada belas kasihan".

Zelenskyy menuduh Rusia memblokir dan menyerang konvoi kemanusiaan, meskipun dia mengatakan, pada Minggu ada 125.000 warga telah dievakuasi di seluruh Ukraina.

Editor: S.S. Kurniawan